Di sisi lain, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder terus dilakukan untuk menjaga likuiditas, memperkuat stabilitas rupiah, dan mendukung koordinasi fiskal-moneter, dengan realisasi mencapai Rp133,39 triliun sejak awal tahun hingga Mei 2026 setelah sebesar Rp332,14 triliun sepanjang 2025.
Kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan turut dijaga melalui pertumbuhan uang primer (M0) double digit yang meningkat dari 11,8 persen pada Maret 2026 menjadi 14,1 persen pada akhir April 2026, sejalan dengan koordinasi fiskal dan moneter.
Selanjutnya, akselerasi pendalaman pasar valas dilakukan untuk mendukung stabilitas rupiah melalui perluasan transaksi Yuan dan Rupiah dalam skema local currency transaction (LCT) serta penguatan intervensi offshore non-deliverable forward (NDF) jual melalui penunjukan dealer utama.
Baca Juga:Peringatan Tak Digubris, Bupati Tasikmalaya Bakal Pasang Portal di 5 Titik Demi Cegah Truk ODOLArus Lalin Jalur Puncak Bogor Lancar, Polisi Siapkan One Way Arah Jakarta Siang Ini
Adapun langkah terakhir ditempuh bank sentral melalui peningkatan pengawasan terhadap bank dan korporasi yang melakukan transaksi pembelian dolar dalam jumlah besar.
