Curhat di TikTok Usai Laporan Mandek, Keluarga di Bogor Minta Kepastian Kasus Dugaan Pengeroyokan

Curhat di TikTok Usai Laporan Mandek, Keluarga Bogor Minta Kepastian Kasus Dugaan Pengeroyokan
Curhat di TikTok Usai Laporan Mandek, Keluarga Bogor Minta Kepastian Kasus Dugaan Pengeroyokan. Ilustrasi Net
0 Komentar

Tak berhenti di situ, keluarga mengirim surat pengaduan ke sejumlah pihak, termasuk Pemkot Bogor, Polda Jawa Barat, Mabes Polri, hingga Ombudsman RI.

Persoalan kembali memanas pada Senin, 11 Mei 2026. Fadiyah menyebut sepupunya, Diki Pangestu, datang ke rumah sambil berteriak dan diduga membawa senjata tajam serta merusak pagar rumah, gembok, hingga sepeda motor miliknya.

“Pagar rumah didobrak, kunci rusak, dan motor saya dirusak bagian stang rem serta kaca spionnya,” kata Fadiyah.

Baca Juga:Terbantu Program JKN, Enok Bisa Jalani Perawatan Tanpa Khawatir Biaya Pengobatan20 Ribu Kendaraan Lintasi Jalur Puncak Bogor, One Way ke Arah Jakarta Diberlakukan

Merasa tak kunjung mendapat kejelasan, Fadiyah bersama ibunya mendatangi Mabes Polri di Jakarta untuk mengadukan persoalan tersebut. Namun, menurut pengakuannya, laporan tidak dapat diproses di tingkat Mabes dan ia diarahkan ke jalur lain.

Karena merasa kehabisan cara, Fadiyah akhirnya membuat video di depan gedung Propam Mabes Polri dan mengunggahnya ke akun TikTok **@syarifahfadiyahalkaff** pada 11 Mei 2026.

Video tersebut kemudian viral dan ramai diperbincangkan publik.

Setelah video viral, Unit PPA Polresta Bogor Kota mendatangi rumah keluarganya pada Selasa (12/5/2026) malam dan meminta keluarga membuat laporan resmi.

Berdasarkan dokumen yang diterima, laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Pengaduan (STPP) Polresta Bogor Kota Nomor **REKOM/1410/V/2026/SPKT** tertanggal 12 Mei 2026.

Meski laporan telah tercatat, Fadiyah mengaku hingga kini belum menerima perkembangan penanganan perkara.

“Sudah ada laporan resmi di Polresta, tapi belum ada penjelasan kapan kami dipanggil lagi atau bagaimana tindak lanjutnya. Kami hanya diminta menunggu,” pungkasnya.

Laman:

1 2
0 Komentar