Gegara Serangan Nyamuk, Warga Cililin Tiap Hari Terpaksa Hirup Asap Obat Nyamuk

Warga Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, menyalakan obat nyamuk bakar di dalam rumah unt
Warga Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, menyalakan obat nyamuk bakar di dalam rumah untuk mengusir serbuan nyamuk. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Nyamuk yang kian menggila di sekitar Waduk Saguling membuat warga di Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tak bisa lepas dari asap obat nyamuk bakar.

Kondisi tersebut dirasakan warga RW 10 Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, yang mengaku serbuan nyamuk semakin parah dalam beberapa bulan terakhir. Nyamuk bahkan muncul tidak hanya malam hari, tetapi juga saat siang.

Akibatnya, banyak warga terpaksa menyalakan obat nyamuk bakar sepanjang hari agar aktivitas di dalam rumah tetap bisa dilakukan dengan nyaman.

Baca Juga:Di Hari Bumi, Taj Yasin Minta Percepatan Transisi Energi Baru Terbarukan Pertamina Goes to Campus 2026 Jadi Wadah Mahasiswa Cetak Inovator dan Pemimpin Energi Masa Depan

Salah seorang warga, Imeh (53), mengatakan nyamuk yang masuk ke rumah sangat banyak sehingga keluarganya tidak punya pilihan selain terus menyalakan obat nyamuk bakar.

“Banyak nyamuk, siang juga ini harus masang, malam sudah pasti, banyak banget,” kata Imeh, Rabu (13/5/2026).

Menurut Imeh, dalam sehari ia bisa menghabiskan satu kotak obat nyamuk bakar. Bahkan, untuk menjangkau seluruh ruangan rumah, ia kerap menyalakan dua keping sekaligus.

“Sehari sekarang satu dus, karena enggak malam aja ngidupinnya, setiap hari,” ungkapnya.

Ia mengaku merasakan langsung dampak serangan nyamuk tersebut selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Gatal-gatal, bentol, hingga bekas gigitan yang menghitam menjadi keluhan yang kini dirasakan keluarganya.

Imeh menduga ledakan populasi nyamuk berkaitan dengan pertumbuhan eceng gondok yang semakin rapat menutupi permukaan Waduk Saguling, yang lokasinya tak jauh dari permukiman warga.

“Iya resah, takut juga tiap hari pakai obat nyamuk, ngehirup asepnya kan. Pengennya hilang, eceng gondoknya diangkat. Tahun sebelumnya belum pernah, baru tahun sekarang aja,” tegasnya.

Baca Juga:Prodi KPI UNIK Cipasung Bekali Mahasiswa Skill Jurnalistik Profesional175 Calon Haji Kabupaten Tasikmalaya Kloter 29 Siap Diberangkatkan ke Tanah Suci

Hal serupa disampaikan Ketua RW 10 Kampung Bonceret, Rohmat. Ia menyebut hampir semua warga kini bergantung pada obat nyamuk bakar agar bisa tidur dan beraktivitas di rumah.

“Warga yang punya anak kecil siang juga pakai obat nyamuk bakar. Saya sendiri semalam bisa habis enam keping, kadang lebih. Kalau tidak, ya tidak bisa tidur karena penuh nyamuknya,” kata Rohmat. (Wit)

0 Komentar