Ia menekankan, penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, tidak hanya bergantung pada fasilitas pengolahan akhir.
“Kami berharap penanganan dilakukan dari hulu sampai hilir, tidak hanya mengandalkan penanganan di hilir,” ujarnya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyebut kehadiran langsung Menteri LH beserta jajaran kementerian menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menangani kondisi darurat sampah di Kabupaten Bandung.
Baca Juga:Usai Mengamuk di RS, Pria Disabilitas Ditemukan Tewas Tenggelam di Situ Cikaret CibinongPertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu Migas
Menurut KDS sapaan akrabnya, Kabupaten Bandung saat ini hanya memiliki kuota pembuangan sekitar 280 ton per hari, sementara produksi sampah harian mencapai 1.800 ton.
“Kehadiran Menteri LH, Pak Sekda, para direktur, dan dirjen menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah di Bandung Raya, terutama di Kabupaten Bandung yang saat ini sedang dalam kondisi darurat sampah,” kata KDS.
Ia juga mengakui tingginya tekanan masyarakat terhadap pemerintah daerah akibat persoalan sampah, namun menegaskan bahwa penanganan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
“Tentu masyarakat marah kepada pemerintah daerah, tetapi saya berharap warga Kabupaten Bandung memahami bahwa urusan sampah adalah urusan bersama, bukan hanya pemerintah,” tegasnya.
KDS mengajak masyarakat memulai perubahan dari tingkat rumah tangga melalui pemilahan sampah sejak awal, sekaligus mendukung pengembangan bank sampah di setiap desa sebagai bagian dari inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Dengan kebutuhan lahan sekitar lima hektare, proyek PSEL Oxbow Cicukang diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi krisis sampah Bandung Raya sekaligus memperkuat transformasi pengelolaan sampah modern di Jawa Barat.
