Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Bogor Semarak, Dedi Mulyadi Bawa Pesan Kepemimpinan Sunda 

Kirab Budaya Mahkota Binokasih Semarak di Bogor, Dedi Mulyadi Bawa Pesan Kepemimpinan Sunda 
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat memberikan sambutannya pada acara Kirab Budaya Mahkota Binokasih di Kota Bogor pada Jumat (8/5/2026) malam. Foto: Sekar Andini
0 Komentar

“Karena itu saya, Pak Wali Kota, para pemimpin semuanya punya komitmen. Kalau Sunda ingin kembali jaya di dunia, Sunda harus memegang ajaran Tritangtu di Buana, ajaran leluhur Sunda,” imbuhnya.

Dedi pun menegaskan bahwa seorang pemimpin memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat mendapatkan pendidikan, bantuan, dan kesejahteraan.

Bahkan, pembangunan daerah juga tidak hanya berorientasi pada pikiran maupun anggaran semata, tetapi juga harus dijalankan dengan rasa dan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

Baca Juga:Kebijakan WFH ASN Bawa Efisiensi Energi 44 Persen di Kabupaten BogorRibuan Pelari dari 44 Negara Ramaikan Red Dress Run, Sport Tourism Jateng Kian Mendunia

“Pemimpin itu sumpahnya harus yang bodoh disekolahkan, yang miskin dibantu, yang susah dibahagiakan. Membangun juha kangan hanya pakai pikiran. Jangan hanya pakai anggaran. Harus pakai rasa,” katanya.

Selain itu, ia juga menyinggung Kota Bogor sebagai wilayah penting dalam sejarah Sunda karena menjadi pusat Pakuan Pajajaran dan tempat penobatan raja-raja Sunda di kawasan Batutulis.

Dedi pum berharap Kota Bogor ke depannya dapat ditata menjadi kota yang tetap menjaga identitas budaya dan sejarahnya sebagai Kota Maharaja.

“Bogor ini punya Istana Bogor, punya Kebun Raya Bogor. Warisan Prabu Siliwangi harus diteruskan,” ucapnya.

Laman:

1 2
0 Komentar