ESB Perkuat Pebisnis Kuliner Bandung Lewat Roadshow Kelas Bisnis GRATIS Menghadapi Efek Domino Ekonomi Global

ESB Perkuat Ketahanan Pebisnis Kuliner Bandung Melalui Roadshow Kelas Bisnis GRATIS Menghadapi Efek Domino Eko
ESB Perkuat Ketahanan Pebisnis Kuliner Bandung Melalui Roadshow Kelas Bisnis GRATIS Menghadapi Efek Domino Eko
0 Komentar

Gunawan menambahkan “Di tahun 2026, margin keuntungan tidak lagi bisa mengandalkan estimasi. Memasuki era Lean-Service, kami membantu pelaku usaha di Bandung mengeliminasi berbagai bentuk pemborosan operasional. Melalui Business Intelligence (BI) yang terintegrasi, setiap data transaksi dari berbagai aplikasi ESB dapat diolah menjadi wawasan strategis — menjaga kesehatan arus kas secara presisi dan real-time.”

Dalam kesempatan ini, ESB juga menyoroti pentingnya integrasi data berbasis BI yang diperkuat oleh OLIN, asisten pintar berbasis Artificial Intelligence (AI).

Teknologi ini mampu memprediksi target penjualan, mengidentifikasi promosi paling efektif, merekomendasikan kombinasi menu, mendeteksi potensi fraud, dan memantau kesehatan bisnis secara real-time dengan akurasi hingga 98%.

Baca Juga:Konvensi ke-50 Lions Club di Bandung Perkuat Sinergi Antar Distrik untuk Pelayanan Sosialbank bjb Perluas Layanan Perbankan Melalui Kerja Sama Strategis dengan PT Taspen

ESB juga mendorong para pengusaha kuliner Bandung untuk menjadikan kekayaan bahan baku lokal Jawa Barat sebagai keunggulan kompetitif.

Di saat harga bahan baku impor bergejolak, komoditas lokal seperti rempah, sayuran dataran tinggi Lembang, serta produk olahan susu Bandung justru lebih tahan terhadap fluktuasi rantai pasok global.

“Kami ingin pelaku usaha kuliner di Bandung tidak hanya viral, tetapi juga tangguh. Dengan memadukan kreativitas menu berbasis bahan lokal dan manajemen berbasis data dari sistem ESB, bisnis akan jauh lebih adaptif menghadapi berbagai guncangan ekonomi.” ungkap Gunawan.

Bukti Nyata: Pengusaha Kuliner Bandung Rasakan Dampaknya

Dampak nyata dari adopsi ekosistem ESB telah dirasakan langsung oleh beberapa brand kuliner Bandung yang menjadi bagian dari 30.000+ merchant aktif ESB.

“Sejak menggunakan sistem ERP terintegrasi dan aplikasi kasir dari ESB, kebocoran finansial dan pemborosan stok di outlet kami berkurang drastis. Kami jadi punya kendali penuh atas bisnis, bahkan saat harga pasar sedang tidak menentu, ” terang Arnold Dharmma, Founder Jabarano Coffee.

Sementara itu Didit Helditia & Meizal Rossi, Founder Kopi Moyan, menyatakan bahwa Kopi Moyan dibuat untuk ‘merayakan pagi’, khususnya bagi para morning person dengan beragam rutinitas, mulai dari mereka yang aktif berolahraga, hingga orang tua yang mampir setelah mengantar anak ke sekolah.

Mengusung konsep dine-in semi outdoor, Kopi Moyan menawarkan pengalaman sarapan yang nyaman di bawah rindangnya pepohonan dan udara sejuk Kota Bandung.

0 Komentar