Eceng Gondok Diduga Jadi Penyebab Nyamuk Kuning Mengganas di Cililin, Warga Alami Gatal dan Iritasi Kulit

Tumpukan eceng gondok menutupi bantaran Waduk Saguling di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Ban
Tumpukan eceng gondok menutupi bantaran Waduk Saguling di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Jumat (8/5). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Warga lainnya, Uus, mengaku keberadaan nyamuk tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan bahkan dirasakan hampir sepanjang hari.

“Setiap hari kami merasa terganggu oleh nyamuk ini. Diduga pemicunya eceng gondok, apalagi kalau kondisi air sedang naik,” katanya.

Menurutnya, meningkatnya populasi eceng gondok membuat keseimbangan ekosistem di Waduk Saguling terganggu sehingga nyamuk berkembang biak lebih cepat.

Baca Juga:Pertamina Perkuat Aliansi Strategis untuk Dorong Inovasi Digital di Sektor Hulu MigasWagub Jateng Kawal Kasus Kekerasan Seksual di Pati, Jamin Pendidikan dan Pendampingan Hukum Korban

“Kalau eceng gondok banyak, ikan jadi turun ke bawah. Akhirnya nyamuk berkembang biak dengan cepat. Mudah-mudahan eceng gondok ini cepat diangkut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rancapanggung, Asep Sukma Jaya, mengatakan fenomena serangan nyamuk tersebut sudah berlangsung selama dua hingga tiga bulan terakhir dan kini mulai menyebar hingga ke daratan permukiman warga.

“Untuk di wilayah kami ini kejadiannya sudah sejak dua sampai tiga bulan ke belakang. Saya juga heran nyamuk ini bergerombol dan sekarang sudah menyebar ke daratan,” katanya.

Menurut Asep, keluhan yang paling banyak dirasakan warga berupa bercak merah pada kulit. Bahkan jika bekas gigitan digaruk, kulit bisa mengalami luka hingga meninggalkan bercak hitam.

“Kalau bekas gigitannya digaruk suka menyebabkan koreng. Tapi sejauh ini belum berdampak ke penyakit dalam. Untuk sementara, wilayah yang terdampak berada di RW 5, 8, 9 dan 10,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihak desa sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Mukapayung untuk melakukan penanganan terhadap warga terdampak. Selain itu, fogging juga telah dilakukan di sejumlah wilayah permukiman.

“Antisipasi lain dilakukan dengan fogging di lima RW. Ke depannya kami berharap ada pemberesan atau pengangkutan eceng gondok. Untuk itu kewenangannya ada di Indonesia Power. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” katanya. (Wit)

0 Komentar