“Saya memahami bahwa program Mba Maya yang dilaksanakan oleh PNM menyasar langsung nasabah di tingkat akar rumput. Hal ini sejalan dengan peran koperasi syariah yang memiliki posisi strategis sebagai penguat ekonomi masyarakat di tingkat desa, sekaligus sebagai penghubung bagi pelaku usaha untuk berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Menkop, program Mba Maya bisa dikolaborasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sehingga pelaku usaha tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga memperoleh akses terhadap pembiayaan, pendampingan, serta pengembangan usaha yang berbasis gotong royong.
Sementara itu, Direktur Utama PT PNM Arief Mulyadi, mengatakan bahwa PNM kini telah menjangkau 60.260 desa atau kelurahan dari total sekitar 84 ribu desa/kelurahan di Indonesia. Layanan tersebut mencakup 943 ribu kelompok nasabah dengan total sekitar 16,1 juta nasabah aktif.
Baca Juga:Vandalisme Merajalela, Pemkab Bogor Tak Henti Cat Ulang dan Minta Kesadaran MasyarakatKDM Janji Tangani Irigasi Ciramajaya, Wabup Minta Masyarakat Tertibkan Sempadan dari Bangunan Liar
“Dengan program yang diluncurkan ini juga ditargetkan semakin berkembang jangkauan PNM ke desa dan kelurahan. Termasuk kami pun berhasil menggulirkan, meluncurkan program PNM Mekaar atau membina ekonomi keluarga sejahtera,” paparnya.
