“AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi manusia yang tidak mampu beradaptasi dengan AI yang akan tertinggal,” tambahnya.
Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan growth mindset serta jiwa kewirausahaan agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang.
Menjawab tantangan tersebut, UIKA Bogor melalui kerja sama dengan Kemenaker RI berkomitmen memperkuat kesiapan mahasiswa melalui program yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri, mulai dari pelatihan, peningkatan kompetensi, hingga pengembangan keterampilan masa depan.
Baca Juga:Gubernur Ahmad Luthfi dan Sungai Watch Bakal Kolaborasi Bersihkan Sampah Sungai di Jateng Jembatan Darurat Sungai Cigoha Kembali Ambruk, Warga Tanjungsari Terpaksa Putar Jauh
Rektor UIKA Bogor, E. Mujahidin, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
“UIKA tidak hanya menyiapkan lulusan yang kuat secara akademik, tetapi juga memastikan mereka siap memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang relevan,” ujarnya.
Kesepahaman ini akan berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti melalui berbagai program kerja konkret yang berdampak langsung bagi mahasiswa.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi UIKA Bogor sebagai kampus Islam unggulan yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga masa depan lulusannya.
