“Kita memang lagi berusaha mendorong sukun ini bisa menjadi khasan dari Unpad,” ujar Rudi.
“Jawa Barat akan jadi provinsi sukun. Kabupaten Bandung kabupaten sukun. Kalau orang bicara sukun, ingatnya Unpad,” tambahnya.
Rudi menilai sukun memiliki masa depan besar karena merupakan sumber karbohidrat sehat tanpa gluten.
Baca Juga:Gubernur Ahmad Luthfi Peringati Hardiknas di SMKN 1 Kedawung Sragen, Inilah AlasannyaPolemik Penebangan Pohon Picu Aksi Warga Sentul City, WALHI Soroti Dugaan Pelanggaran
Ia mengatakan alumni siap mendukung pengembangan dari sisi budidaya, pemberdayaan aset, hingga industrialisasi.
“Ini sukun karbohidratnya bagus, tanpa gluten, lebih sehat. Supaya generasi ke depan lebih sehat,” katanya.
Sekretaris Umum Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera Riyan Sumindar menegaskan sukun merupakan solusi pangan masa depan di tengah ancaman perubahan iklim global.
Menurut dia, tanaman sukun lebih adaptif dibanding serealia seperti padi atau jagung jika suhu bumi terus meningkat.
“Intinya, pertama sukun ini pangan masa depan. Yang kedua, pohonnya tahan terhadap perubahan iklim. Kalau suatu saat bumi memanas sampai dua derajat, tanaman-tanaman serealia seperti jagung, padi, dan lain-lain itu akan mati dan tidak bisa hidup. Oleh karena itu sukun menjadi pilihan ke depan,” katanya.
Riyan menjelaskan, selama ini sukun masih banyak ditanam secara parsial di pekarangan, padahal ke depan harus dibangun kebun sukun modern dengan pola budidaya dan hilirisasi terintegrasi.
Ia mencontohkan model Hawaii yang telah sukses menjadikan sukun sebagai industri tepung.
Baca Juga:AussieBanget Corner Hadir di Telkom University, Dubes Rod Brazier Dorong Kolaborasi Pendidikan RI–AustraliaRoaMAX Haji Telkomsel Bikin Jemaah Jawa Barat Lebih Tenang, Kuota Tembus 42GB dan Akses 5G di Tanah Suci
“Tepung sukun itu sifatnya gluten-free dan sehat. Sekarang sangat dibutuhkan terutama di Eropa, Jepang, Amerika, dan lain-lain,” ujarnya.
Menurut dia, harga tepung sukun saat ini mencapai Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, sehingga berpotensi besar menembus pasar global.
Sementara itu, anggota DPR RI Komisi IV Dadang M Naser menilai penanaman di Arjasari merupakan tindak lanjut konkret dari seminar nasional sukun yang sebelumnya digelar di Unpad dan didorong menjadi agenda strategis Jawa Barat.
“Hari ini adalah tindak lanjut ketika kita ada Seminar Sukun Nasional di Unpad, bagaimana sukun menjadi andalan nasional ke depan,” kata Dadang.
