Kiki Luput dari Bansos, Dinsos KBB Baru Benahi Data Setelah Viral

Kiki Luput dari Bansos, Dinsos KBB Baru Benahi Data Setelah Viral
Asep Setiawan saat memeluk anaknya Muhammad Rizki, bocah disabilitas yang memakan rumput. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kesalahan klasifikasi desil diduga menjadi penyebab Muhammad Rizki tak menerima bantuan sosial meski hidup dalam kondisi rentan.

Kepala Dinas Sosial KBB, Idad Saadudin, mengakui ketidaktepatan status kesejahteraan membuat Rizki yang akrab disapa Kiki tidak masuk dalam prioritas penerima bantuan.

“Status yang tercatat sebelumnya belum mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan, sehingga tidak masuk kelompok prioritas,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga:Long Weekend Hari Buruh 2026, 13 Ribu Lebih Kendaraan Serbu Puncak BogorKopi Good Day DBL Camp 2026 Loloskan Top 24 Campers, Unselected Masih Bisa Berebut 6 Kuota Wild Card 

Ia menjelaskan, pihaknya kini tengah memperbaiki data kependudukan Kiki, termasuk penyesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) agar sesuai dengan kondisi keluarga yang sebenarnya.

“Data administrasi sedang kami benahi, termasuk penyesuaian dalam kartu keluarga agar sesuai dengan kondisi riil,” katanya.

Sebelumnya, Kiki tercatat dalam desil 6 atau kelompok yang relatif tidak diprioritaskan dalam bantuan sosial. Setelah perbaikan, Dinsos akan mengusulkan agar statusnya masuk ke desil yang lebih rendah.

“Setelah pembaruan data, akan kami dorong agar masuk kelompok yang berhak menerima bantuan,” ucapnya.

Perbaikan data ini menjadi penting karena selama ini keluarga Kiki belum pernah menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), meski tergolong rentan.

Selain itu, Dinsos juga menyiapkan langkah lanjutan berupa rehabilitasi bagi Kiki. Ia direncanakan dirujuk ke Balai Rehabilitasi Sosial Wiyataguna untuk mendapatkan pembinaan sesuai kebutuhannya.

“Kami arahkan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai, terutama terkait kondisi komunikasi dan intelektualnya,” ujar Idad.

Baca Juga:Dua Mahasiswi Teknik Mesin POLSUB Tembus 10 Besar Lomba Fotografi Nasional! Tanggapi Pernyataan KAI, Dishub Kabupaten Bogor Ungkap 9 Perlintasan KA Tunggu Proses dari Pusat dan Provinsi

Pihaknya berharap kondisi Kiki dapat segera tertangani dan tidak berkembang lebih kompleks.

“Harapannya kondisi yang ada bisa segera ditangani dan tidak semakin berat,” tambahnya.

Di sisi lain, peran keluarga dinilai penting dalam mendukung proses pemulihan tersebut.

“Kami berharap keluarga bisa aktif dalam pendampingan selama proses rehabilitasi,” katanya.

Sebelumnya, video Kiki yang memakan rumput viral di media sosial. Ia diketahui tinggal bersama ayahnya dalam kondisi ekonomi terbatas, sementara ibunya telah lama berpisah.

Ayah Kiki, Asep Setiawan (49), menyebut kebiasaan anaknya dipengaruhi oleh kondisi mental dan tekanan ekonomi keluarga.

0 Komentar