JABAR EKSPRES – Upaya pemulihan lahan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cireundeu, Kota Cimahi terus dipercepat. Sedikitnya lebih dari 400 benih tanaman ditanam di area tersebut dalam aksi penanaman bersama yang digagas Yayasan Gogogreen Cimahi, Rabu (29/4/2026).
Langkah ini tidak sekadar seremoni penghijauan, melainkan bagian dari strategi rehabilitasi kawasan rawan, termasuk memperkuat struktur lereng dan menekan risiko kerusakan lingkungan di masa mendatang.
Penanggung jawab kegiatan sekaligus Bendahara Yayasan Gogogreen Cimahi, Eva Yohana, menjelaskan program ini didukung pendanaan hibah dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) yang bersumber dari Ford Foundation, Norwegia.
Baca Juga:438 Jemaah Calon Haji Asal Kabupaten Tasikmalaya DiberangkatkanGeger! Diduga Sakit Seorang Pria Ditemukan Tewas di Perumahan Kota Wisata Cileungsi
“Hari ini Gogogreen menerima hibah, dana hibah dari BPDLH melalui BPDLH dari Ford Foundation, Norwegia. Jadi kami dalam kegiatannya adalah penanaman pohon,” ujar Eva saat ditemui Jabar Ekspres usai kegiatan.
Penanaman ini merupakan bagian dari rangkaian program yang telah dimulai sebelumnya. Pada 23 April lalu, tim melakukan pembersihan lahan (clearing land), sementara tahap berikutnya dijadwalkan berupa pemeliharaan pada 6 Mei mendatang.
Eva menekankan, fokus utama kegiatan adalah memperkuat kondisi ekologis lahan eks-TPA seluas 11 hektare yang selama ini rentan.
“Kurang lebih ada 400 benih tanaman terdiri dari jenis pohon bambu yang memang di Kota Cimahi ini perlu perkuatan lereng untuk lahan eks-TPA yang milik Cimahi teritorialnya 11 hektar. Kita mengambil untuk satu hektar dulu. Ini kita dengan jenis pohonnya berbagai macam, ada bambu, ada kemiri, ada kopi, dan ada buah-buahan,” ujarnya.
Menurutnya, pemilihan jenis tanaman bukan tanpa alasan. Bambu, misalnya, dinilai efektif dalam memperkuat struktur tanah dan mencegah longsor, sementara tanaman produktif seperti kopi dan buah-buahan diharapkan memberi nilai tambah jangka panjang.
Sejak 2019, Gogogreen konsisten berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, tidak hanya dalam penanaman, tetapi juga pemeliharaan pohon melalui gerakan “Ngariksa Tangkal”.
“Jadi ‘Ngariksa Tangkal’ itu kami benar-benar melakukan kegiatan seperti ini dan itu kita rutin lakukan dalam satu tahun sekali kita jalan,” kata Eva.
