Ia menambahkan, program hibah dari Ford Foundation bersifat berkelanjutan dengan skema small grant, dan tahun ini merupakan tahap keempat pelaksanaan.
“Kemudian Gogogreen sudah terpilih di tahun ini untuk kegiatan penanaman pohon. Kami berharap mudah-mudahan dana hibah ini bisa terus berlanjut karena garapan kami masih luas, lahan kami masih luas,” ujarnya.
Lebih jauh, Eva menyebut upaya ini juga bagian dari pemulihan kawasan pascabencana longsor TPA Leuwigajah tahun 2005.
Baca Juga:438 Jemaah Calon Haji Asal Kabupaten Tasikmalaya DiberangkatkanGeger! Diduga Sakit Seorang Pria Ditemukan Tewas di Perumahan Kota Wisata Cileungsi
“Sejujurnya, Gogogreen ini membantu pemerintah Kota Cimahi agar lahannya tetap menjadi lahan hijau. Kembali kita pulihkan dari longsor dari TPA Leuwigajah pada tahun 2005. Sehingga kami bersama-sama dengan DLH Cimahi terus berkonsentrasi untuk menghijaukan lahan ini,” imbuhnya.
Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru ada pada tahap pemeliharaan, terutama menghadapi potensi kemarau panjang tahun ini.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan, mengatakan pemerintah mendukung penuh kegiatan tersebut, termasuk melalui tim Jagawana yang sebelumnya membantu proses persiapan lahan.
“Seminggu yang lalu teman-teman kami yang namanya ada tim Jagawana itu membantu rekan-rekan Gogogreen itu tadi kan kalau menanam pohon harus siapkan lahannya, harus clearing area kan, kemarin masih banyak rumput liar yang harus dipapas, dan dibuatkan lubang,” jelasnya.
Namun, Agus menyoroti risiko besar pada fase setelah penanaman, terutama ketika musim kemarau tiba.
“Nah nanti yang pemeliharaan lebih berat. Mungkin nanti di musim-musim kemarau. Apalagi kan diprediksi tahun sekarang kemaraunya akan panjang, kalau tahun-tahun kemarin kan kita kemarau basah jadi begitu kemarau tiga hari enggak hujan lalu ada hujan lagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tanpa hujan selama satu hingga dua bulan akan menjadi ancaman serius bagi tanaman yang baru ditanam.
Baca Juga:Tawuran Terencana Picu Penyiraman Air Keras di Parung Panjang, Korban Bertambah Jadi Tiga OrangTiga Publik Figur Ungkap Fakta “Sehat Tak Selalu Terlihat”, ZAP Hadirkan Program Diet Berbasis Medis
“Kalau nanti diprediksi bisa berbulan, sebulan dua bulan tidak hujan. Dan itu yang sangat rentan untuk pohon-pohon ini,” kata Agus.
Karena itu, rencana pemeliharaan lanjutan dinilai krusial agar upaya rehabilitasi tidak berhenti di tahap awal.
