JABAR EKSPRES – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Perum Bulog yang berada di kawasan Pamalayan, Kabupaten Ciamis, pada Selasa (28/4/2026).
Sidak ini dilaksanakan seusai Wamentan menghadiri acara konsolidasi peternak rakyat tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Garda Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan).
Dalam kunjungan mendadaknya, Sudaryono berkeliling ke dalam gudang untuk mengecek langsung kualitas serta jumlah stok beras yang tersimpan.
Baca Juga:Komplotan Pencuri Kabel Tower Lintas Kabupaten Dibekuk Polres Ciamis, Tiga Tersangka DiamankanTerdakwa Korupsi BUMDes, Anggota DPRD Ciamis dari PKB Dituntut Diberhentikan Sementara
Ia menjelaskan bahwa gudang Bulog di Ciamis tersebut memiliki tanggung jawab mencakup enam wilayah, mulai dari Garut hingga Pangandaran.
Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa kondisi beras cadangan pemerintah di wilayah tersebut dalam keadaan baik.
“Hasilnya untuk kualitas cukup baik bagus, dan stok juga saya lihat ini cukup tersedia untuk kebutuhan pangan,” kata Sudaryono saat diwawancarai awak media usai melakukan inspeksi.
Wamentan juga menegaskan bahwa informasi yang menyebut stok beras di gudang Bulog kosong adalah tidak benar. Ia mempersilakan masyarakat untuk mengecek langsung ke gudang-gudang Bulog guna memastikan ketersediaan cadangan pangan.
“Cadangan beras Bulog kita cukup, sehingga informasi-informasi yang menyebut stok beras di Bulog itu kosong, itu salah. Silakan cek langsung keberadaan stok beras hasil serapan Bulog dari petani, cadangan beras kita aman di tengah situasi perang Iran-AS,” ujarnya.
Sudaryono memaparkan bahwa cadangan beras pemerintah berasal dari gabah yang tidak terserap oleh pasar. Pemerintah membeli hasil panen petani yang tidak dibeli oleh pasar. Jumlah beras cadangan yang disimpan di gudang Bulog diperkirakan mencapai 10 hingga 15 persen dari total produksi panen petani di Indonesia.
“Total panen kita 3,5 juta ton, nah 10 sampai 15 persennya itu yang diserap Bulog, sementara 85 persennya itu beredar di pasaran,” jelasnya.
Baca Juga:Jumlah Anak Tidak Sekolah di Tasikmalaya Sentuh 28 Ribu, Pemerintah Cari SolusiMelalui Sistem Merit, Gubernur Ahmad Luthfi Lantik 27 Pejabat
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Ciamis, Johan Wahyudi, menyatakan bahwa stok beras untuk wilayah Priangan Timur yang berada di bawah pengelolaan Bulog Ciamis dalam kondisi aman. Johan merinci bahwa cadangan beras yang dikuasai oleh pemerintah di enam wilayah tersebut mencapai 33 ribu ton.
