JABAR EKSPRES – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat mendorong keberlangsungan ekosistem penyiaran di Jawa Barat, salah satunya dengan rencana pemberian anugerah terhadap insan dan lembaga penyiaran di Jawa Barat.
KPID memahami bahwa ekonomi penyiaran tengah menghadapi tantangan besar, mulai dari perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi yang cenderung memanfaatkan teknologi digital, ataupun karena tantangan finansial.
Namun KPID percaya bahwa insan dan lembaga penyiaran tidak boleh mati, beberapa juga telah berpartisipasi dengan perkembangan zaman.
Baca Juga:Sebanyak 4.000 Jemaah Haji Asal Jawa Barat Sudah Berangkat, Didominasi Wilayah BodebekPerindo Bidik Jawa Barat sebagai Basis Kemenangan 2029, Rifqi Ali Mubarok Resmi Pimpin DPW
Anugerah kali ini sebagai salah satu apresiasi, dengan harapan menjadi penyemangat di tengah ke gersang berbagai badai tantangan.
Ketua KPID Jawa Barat Adiyana Slamet mengungkapkan, tema “Penyiaran Lestari untuk Jawa Barat Istimewa” juga sengaja dipilih yang diadaptasi dari tantangan kondisi masa kini, di mana lingkungan jadi masalah serius.
Setidaknya ada 423 lembaga penyiaran di Jawa Barat, baik televisi maupun radio yang masih berdedikasi.
“Saat ini lembaga penyiaran menghadapi tantangan besar di tengah disrupsi teknologi dan banjir informasi. Semoga ini jadi penyemangat, ” jelasnya, Selasa (28/4).
Adiyana melanjutkan, tema tahun ini mengandung pesan moral agar penyiaran tidak hanya bertahan di tengah arus digital, tetapi juga berperan dalam edukasi pelestarian lingkungan.
“Jawa Barat adalah provinsi rawan bencana. Lembaga penyiaran punya tanggung jawab regulasi dan moral untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menjaga alam,” tambahnya.
Pada tahun ini, Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat menghadirkan 28 kategori penghargaan yang terbagi dalam tiga kelompok utama, yaitu Radio, Televisi, dan Umum. (son)
