JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Sunan Gresik melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang difokuskan pada peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi menyiapkan ASN yang lebih kompetitif dan adaptif di tengah percepatan digitalisasi.
Bupati Bandung Dadang Supriatna atau yang akrab disapa KDS menegaskan, kerja sama ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya konkret dalam meningkatkan kapasitas SDM di lingkungan Pemkab Bandung.
Baca Juga:Dari Sungai ke Solusi, Ekowisata Citarik Jadi Percontohan Penanganan Sampah di Kabupaten BandungKinerja Bapenda Kabupaten Bandung 2025: Realisasi Pendapatan Tembus 94,02 Persen
“Kerja sama ini harus berdampak langsung. Kami ingin ASN Kabupaten Bandung memiliki daya saing, tidak hanya di tingkat daerah, tapi juga nasional,” ujar KDS dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026).
Ia menjelaskan, tantangan birokrasi ke depan menuntut ASN yang tidak hanya memahami administrasi, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Karena itu, peningkatan kompetensi melalui pendidikan formal menjadi salah satu fokus utama.
Menurut KDS, pihaknya akan mendorong ASN yang belum menempuh pendidikan tinggi untuk segera melanjutkan ke jenjang sarjana.
Sementara bagi ASN yang sudah menyelesaikan S-1 dan memiliki kinerja baik, akan diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami akan dorong secara bertahap. ASN harus terus berkembang, karena tuntutan pelayanan publik juga semakin tinggi,” tegasnya.
Selain itu, KDS juga menyebutkan bahwa Pemkab Bandung tengah menyiapkan kebijakan pendukung, termasuk skema pembiayaan dan regulasi yang akan memperkuat implementasi kerja sama tersebut.
Baca Juga:Pasca Penetapan Tersangka, Kejari Kabupaten Bandung Periksa 8 Vendor Kasus Korupsi PT BDSRSUD Cicalengka Gelar Donor Darah dan Resmikan NICU di HUT ke-385 Kabupaten Bandung
Sementara itu, Rektor Universitas Sunan Gresik, Abdul Muhith, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung peningkatan kualitas ASN melalui sistem pendidikan yang fleksibel dan berbasis teknologi.
“Kami sudah mengembangkan sistem pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence dalam proses belajar mengajar,” jelasnya.
Ia menambahkan, metode perkuliahan yang diterapkan memungkinkan peserta didik, termasuk ASN, untuk mengikuti pembelajaran secara hybrid, baik daring maupun luring, sehingga tidak mengganggu aktivitas pekerjaan.
“Dengan sistem hybrid ini, ASN tetap bisa menjalankan tugasnya sambil meningkatkan kompetensi melalui pendidikan,” tambah Abdul.
