“Melalui program ini, kami juga ingin mengajak masyarakat untuk terlibat langsung menjaga lingkungan. Program Sunset di Kebun tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga membawa misi edukasi dan aksi nyata pelestarian lingkungan. Jadi masyarakat juga tidak hanya menikmati acara, tetapi juga dapat berkontribusi menjaga lingkungan,” ujar Abi.
Ia menambahkan, dalam aksi ini pihaknya juga melakukan pemilahan sampah plastik yang kemudian diolah kembali menjadi barang bernilai guna, seperti pot bunga dan gantungan kunci, untuk didistribusikan ulang.
“Hasil olahan dari limbah plastik yang terkumpul dari bebersih Sungai Ciliwung ini akan didaur ulang, nantinya juga akan dijual biar menjadi bermanfaat dan bisa didapatkan dalam rangkaian festival musik Sunset di Kebun,” katanya.
Baca Juga:Bupati Bogor Mulai Tata Pasar Parung, Disiapkan Jadi Wajah Baru Ekonomi Bogor UtaraFokus Urai Kemacetan, Pemkab Bogor Tata 7 Titik Simpang di Kawasan Puncak
Adapun area Sungai Ciliwung yang melintasi kawasan Kebun Raya Bogor dipilih oleh tim Sunset di Kebun karena lokasi tersebut masih banyak menyimpan sampah yang tidak terlihat dan sulit dijangkau.
Area ini mencerminkan sisi lain dari permasalahan lingkungan: sampah yang tidak kasat mata, namun memberikan dampak kerusakan yang besar.
Kegiatan ini pun diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga kebersihan sungai serta mendorong kolaborasi berbagai pihak dalam pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
“Selain itu, aksi ini juga dalam rangka momentum Hari Bumi yang dapat menjadi pengingat bahwa isu sampah di perkotaan masih menjadi tantangan nyata, baik yang terlihat maupun yang tak kasat mata. Di sisi lain, keterlibatan langsung masyarakat dalam aksi lingkungan masih tergolong rendah,” tuturnya.
