“Memang kita sudah menghitung secara kasar. Di beras itu hampir sekitar Rp300 per kilogram dampaknya. Tapi di gula relatif lebih sedikit, sekitar Rp 100 sampai Rp150. Itu pun masih kasar, belum kami hitung detail. Mungkin bisa lebih rendah dari itu,” jelasnya.
Dalam pantauan Bapanas, Ketut menyampaikan pergerakan harga gula konsumsi secara nasional selama sebulan terakhir, baik di kawasan barat maupun timur Indonesia mengalami penyesuaian namun masih tergolong wajar dengan kenaikan sekitar 1,94 persen.
Dia menyebutkan rata-rata harga gula konsumsi secara nasional dalam sebulan terakhir tercatat dari Rp18.412 per kilogram (kg) naik tipis menjadi Rp18.770 per kg pada 20 April.
Baca Juga:Bahan Bakar B50 Berlaku di Semua Sektor Mulai 1 Juli 2026Tolak Tawaran Pinjaman IMF dan Bank Dunia, Purbaya: Belum Butuh!
Kendati begitu, proyeksi produksi gula kristal putih dalam negeri April ke Mei akan mulai meningkat. Dari sekitar 58,3 ribu ton akan meningkat menjadi 276,4 ribu ton, sehingga akan mampu meredam harga.
Sementara rata-rata harga beras medium dalam sebulan terakhir berfluktuasi hanya di 0,29 persen dan beras premium di 0,37 persen saja.
Rata-rata harga beras medium secara nasional sebulan lalu berada di Rp13.378 per kg menjadi Rp13.417 per kg per 20 April. Untuk beras premium, dari Rp15.640 per kg ke Rp15.698 per kg.
