Selain itu, ia mengingatkan bahwa bisnis di sektor pariwisata harus terkait dengan ketahanan pangan. Hal tersebut menurutnya karena dunia saat ini sedang mengalami krisis pangan.
“Apalah artinya tempat wisata bagus kalau rakyatnya masih cemas soal makan? Jangan biarkan sejengkal tanah pun di halaman menganggur,” kata Putra.
