Semangat Kartini di Taman Kota: Andin, Park Ranger Perempuan yang Menembus Batas Gender

Andin Rahmatia, salah seorang Park Ranger perempuan di Kota Bogor
Andin Rahmatia, salah seorang Park Ranger perempuan di Kota Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres/
0 Komentar

Andin juga mengungkapkan bahwa jumlah park ranger perempuan di Kota Bogor masih sangat minim. Dari lebih dari 100 petugas, hanya sekitar lima orang yang merupakan perempuan. Meski begitu, peran yang dijalankan tetap sama pentingnya.

Ia mengakui pekerjaannya cukup menguras tenaga, terutama saat akhir pekan atau libur panjang ketika jumlah pengunjung meningkat. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya.

“Kalau ditanya capek pasti capek, apalagi saat long weekend ketika pengunjung ramai. Kami harus terus siaga, mengimbau pengunjung, dan menertibkan pedagang. Tapi saya senang menjalaninya,” katanya.

Baca Juga:Jalur Strategis Cijayanti–Bojong Koneng Ditata, Program Gentengisasi Libatkan Warga dan CSRKecelakaan Tunggal di Puncak Bogor, Pemotor Tewas Usai Hantam Trotoar

Dalam menjalankan tugas, Andin juga menghadapi berbagai tantangan, terutama saat berinteraksi dengan masyarakat. Meski belum pernah mengalami perlakuan kasar, ia kerap menerima respons kurang menyenangkan, khususnya dari pedagang yang melanggar aturan.

“Kalau dari pengunjung alhamdulillah belum pernah ada perlakuan buruk. Tapi dari pedagang asongan, kadang ada yang menyindir atau tetap memaksa berjualan, padahal itu sudah aturan yang harus kami tegakkan,” tuturnya.

Meski demikian, Andin memilih untuk tetap santai dan fokus pada pekerjaannya. Ia tidak terlalu memikirkan komentar negatif selama tidak membahayakan dirinya.

“Saya tidak terlalu memikirkan omongan orang. Karena yang menjalani pekerjaan ini adalah saya sendiri. Yang penting saya nyaman, aman, dan pekerjaan selesai dengan baik,” ujarnya.

Bagi Andin, profesi ini membawa banyak hal positif. Ia dapat bertemu banyak orang, memperluas relasi, sekaligus mengasah ketahanan diri menghadapi berbagai tantangan.

Dalam momentum Hari Kartini, kisah Andin menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk pekerjaan lapangan yang selama ini identik dengan laki-laki.

Semangat emansipasi yang dahulu diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini kini terus hidup melalui perempuan-perempuan seperti Andin yang berani menentukan pilihan dan berkarya di ruang mana pun.

Baca Juga:Misteri Luka Bakar Bocah 8 Tahun di Leuwisari Tasikmalaya, Diduga Disiram Bensin Saat BermainRibuan Pelaut RI Jadi Kekuatan Pertamina, Dominasi 94 Persen di Armada Global

“Pesan saya untuk perempuan di luar sana, tetap tangguh dalam menjalani pekerjaan apa pun, baik di dalam maupun di luar ruangan, dan terus berkarya tanpa henti. Tetap semangat selama pekerjaan itu baik,” pungkasnya.

0 Komentar