Himbauan Harakah Bakomubin Jabar Terkait Penghentian Framing Negatif
Sementara itu, Ketua Majelis Syura Harakah Bakomubin Jabar Prof. Dr. KH Muhammad Najib, M,Ag mendesak semua elemen masyarakat untuk berhenti melakukan framing sepihak terhadap pernyataan tokoh yang pernah menjabat dua kali Wapres itu.
Dia menilai, tindakan memotong atau mengedit potongan video pidato sangat berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama di tanah air.
“Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi; tidak memotong, mengedit, atau membingkai pernyataan secara parsial,” ungkap Najib seraya menyerukan bahwa kondisi sosial yang kondusif harus diutamakan di atas kepentingan politik praktis kelompok tertentu.
Baca Juga:Dugaan Korupsi Pelatihan Kerja Seret Oknum Disnaker Kota CimahiPemerintah Jawa Barat Incar Pajak Kendaraan Listrik untuk Tambah Pendapatan
Tuduhan penistaan agama terhadap tokoh perdamaian tersebut dinyatakan tidak tepat serta berlebihan oleh para mubaligh Jawa Barat.
Prof. Najib mengajak masyarakat kembali pada semangat toleransi dan nilai kebangsaan yang menjadi fondasi utama negara.
“Narasi yang berkembang perlu diluruskan dengan pendekatan yang bijak, proporsional, dan berlandaskan hukum,” tutup pernyataan sikap dari Harakah Bakomubin Jabar tersebut.
Fokus utama saat ini adalah menjaga persatuan bangsa agar tidak terpecah oleh kesalahpahaman informasi. (yan)
