Efek Geopolitik Plastik Mahal, Sampah Plastik di Cimahi Berkurang

Efek Geopolitik Plastik Mahal, Sampah Plastik di Cimahi Berkurang
Ilustrasi sampah plastik. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

Jenis sampah yang diterima cukup beragam, mulai dari 29 jenis plastik, 14 jenis logam, 12 jenis kertas, tiga jenis kaca, tiga jenis barang elektronik, hingga lima jenis lainnya. Sampah dari BSU biasanya dijemput, sementara nasabah individu menyetorkan langsung ke lokasi.

“Nanti di sini kita pilah lagi, kemudian dilakukan pengepakan atau packing per jenisnya setelah itu baru kita jual,” kata Dewi.

Saat ini, Samici mengelola rata-rata 1,8 ton sampah anorganik per hari. Meski harga plastik di pasaran sedang naik, pihaknya memastikan tidak ada perubahan harga beli sampah dari nasabah. Harga terendah masih dipegang oleh kaca sebesar Rp50 per kilogram, sementara tertinggi aluminium mencapai Rp11.000 per kilogram.

Baca Juga:Imbas Geopolitik Dunia Harga Plastik Naik, Ini Strategi DLH Cimahi Tekan SampahHarga Plastik Menggila, Begini Kata Menteri UMKM!

Dari sisi manfaat ekonomi, sistem tabungan sampah pernah menghasilkan saldo hingga Rp17 juta untuk nasabah BSU, dan jutaan rupiah untuk nasabah individu. Namun, kini sistem tersebut telah berubah.

“Kalau sekarang kita udah enggak pake sistem full tabungan. Jadi misalnya hari ini nabung sampah, dua hari kemudian langsung dicairkan kepada nasabah secara transfer,” ujarnya.

Dewi mengakui, peran Samici dalam mengelola sampah di Cimahi belum sepenuhnya optimal. Namun, keberadaannya dinilai menjadi bagian dari solusi. Ke depan, pihaknya akan memperluas edukasi dan sosialisasi agar masyarakat semakin sadar pentingnya memilah sampah.

“Kita akan sosialisasi lagi kepada masyarakat, sekolah dan lainnya supaya memilah sampah. Karena sampah kalau dipilah nanti bisa memiliki nilai ekonomi. Salah satu caranya dikirim ke kami untuk yang anorganik,” kata Dewi menutup. (Monk)

0 Komentar