Ia menambahkan bahwa konsep pembangunan danau juga perlu diterapkan di titik-titik lain, termasuk wilayah yang kerap terdampak banjir.
“Termasuk jalan ke rumah pak bupati juga banjir, nah saya sudah kasih konsep, satu jalannya ditingkatkan kualitasnya, kedua daerah-daerah situ yang tanahnya sudah dibebasin sama perusahaan dibuatkan danau. Bandung itu harus diperbanyak danau,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dedi menekankan bahwa penanganan banjir tidak cukup hanya melalui intervensi infrastruktur, tetapi juga harus dilakukan secara menyeluruh dari sisi kebijakan tata ruang, pembangunan, hingga pengelolaan lingkungan.
Baca Juga:Nestapa Banjir Cigudeg Memaksa Pedagang Cuanki Pulang KampungBanjir Bandang Terjang Cigudeg Bogor, 10 Kontrakan Hanyut Usai Tanggul Jebol
“Penataan ruang, bangunan secara komprehensif, termasuk pengelolaan sampah,” katanya.
Ia menjelaskan, untuk solusi jangka panjang, pemerintah tengah menyiapkan pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah yang saat ini sedang dalam proses lelang.
“Dari sisi aspek pengelolaannya kan sudah. Kalau jangka panjang sudah ada pembangkit listrik tenaga sampah, nanti dilelang, besok ditandatangani,” ujarnya.
Sementara untuk jangka pendek, kapasitas pengelolaan sampah akan ditingkatkan agar seluruh sampah dapat tertangani.
“Tapi untuk jangka pendek, ya sudah kapasitasnya akan saya tambah, biar seluruh sampah bisa diangkut, ditumpukin di sana, toh tiga tahun ke depan akan diserap menjadi energi listrik,” pungkasnya.
