Tekanan Harga Kedelai, Produsen Tahu-Tempe Padalarang Pilih Bertahan Demi Pelanggan

Para pengolah tahu dan tempe di Kampung Sukamulya, Desa Padalarang, Bandung Barat. Rabu (15/4)
Para pengolah tahu dan tempe di Kampung Sukamulya, Desa Padalarang, Bandung Barat. Rabu (15/4). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Karena itu, Ia berharap pemerintah daerah dapat turun tangan membantu menstabilkan harga kedelai agar pelaku usaha kecil tidak terus tertekan.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, setidaknya bisa membantu menstabilkan harga kedelai supaya usaha kami tetap berjalan,” pungkasnya.

Di sisi lain, konsumen mengaku tidak keberatan jika terjadi kenaikan harga selama masih dalam batas wajar.

Baca Juga:Berawal dari Nongkrong Pemuda, Polisi Bongkar Peredaran Obat Keras di BogorProyek PJU Rp32,7 Miliar di Narogong Belum Optimal, Masih Jadi PR Pemprov Jabar

Nia (32), salah seorang pembeli, menyebut tahu dan tempe sudah menjadi kebutuhan pokok bagi keluarganya.

“Kalau naik sedikit masih bisa dimaklumi, misalnya tempe dari Rp3.000 jadi Rp3.500 atau tahu dari Rp5.000 jadi Rp5.500 per 10 biji, masih terjangkau,” ujarnya. (Wit)

0 Komentar