Dari sisi ekonomi, proyek ini memiliki nilai investasi sekitar Rp1,5 triliun dan diproyeksikan mampu menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja. Mayoritas material serta tenaga kerja berasal dari wilayah Jawa Barat, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Pengembangan proyek ini melibatkan kolaborasi antara HWB Group dan Lippo Cikarang, bersama pengembang lokal Iwang Prejadi. Sinergi ini menjadi contoh bagaimana kerja sama dapat menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.
Selain pejabat, wawancara juga dilakukan dengan para pembeli yang merasakan langsung manfaat program ini. Salah satunya Ina Tiya, seorang pekerja pabrik, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya hunian ini.“Saya tidak pernah membayangkan bisa memiliki rumah sendiri dengan harga seperti ini. Ini benar-benar mengubah hidup kami,” tuturnya.
Baca Juga:Berantas Peredaran Tramadol di Jawa Barat, Polisi Berhasil Sita 600 Ribu Butir dalam Kurun Waktu 3 Bulan Strategi Rudy Susmanto Bawa Kabupaten Bogor Tembus Tiga Besar Termaju Jawa Barat
Hal serupa disampaikan oleh Ibu Sunarsih, yang melihat proyek ini sebagai peluang besar bagi keluarganya.“Lingkungannya bagus, harganya terjangkau, dan cicilannya ringan. Ini kesempatan yang sangat besar bagi kami,” katanya.
Sementara itu, Talita Yulia Fadila, pelaku usaha kecil, menilai kepemilikan rumah memberikan rasa percaya diri untuk berkembang.“Ini bukan hanya rumah, ini masa depan. Kami merasa lebih percaya diri untuk berkembang,” ujarnya.
Kehadiran Hunian Warisan Bangsa Purwakarta tidak hanya menjadi solusi perumahan, tetapi juga simbol harapan bagi masyarakat.
