“Awalnya ada bagian yang bolong dan berbahaya karena semakin ramai dilewati. Sekarang sudah diperbaiki dua kali dari hasil sumbangan pemotor,” katanya.
Meski demikian, warga pun mengaku masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga. Mereka juga kerap menghadapi pengendara yang terburu-buru, terutama pada jam kerja.
Karena itu, warga berharap adanya kehadiran petugas resmi untuk membantu pengaturan lalu lintas di jalur alternatif tersebut.
Baca Juga:Aksi Perampokan Bermodus Investasi di Sentul Bogor Terbongkar, Empat Pelaku Dibekuk PolisiDi Puncak Tapi Tak Boleh Lengah, Persib Dapat Peringatan Keras dari Bojan Hodak
Tidak harus dalam bentuk gaji maupun uang kompensasi dari pemerintah, namun setidaknya diharapkan terdapat dukungan dari instansi terkait seperti Dinas Perhubungan atau pihak kepolisian.
“Harapannya sih ya kalau memang memungkinkam ada petugas resmi yang bantu mengatur kami, supaya lebih tertib dan kami juga tidak sendirian. Kalau memang tidak bisa memberikan gaji atau uang kompensasi juga tidak masalah bagi kami gitu,” ucap Marta.
Dengan meningkatnya peran jalur alternatif Gang Mekar Jaya II, warga berharap pemerintah dapat segera memberikan penanganan lebih lanjut, baik melalui perbaikan permanen maupun dukungan petugas di lapangan guna memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Sebagai informasi, pembangunan trase baru di Jalan Saleh Danasasmita, kawasan Batutulis, saat ini ditargetkan segera memasuki tahap lelang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
Secara teknis, trase tersebut dirancang sepanjang sekitar 250 meter dengan lebar 18 meter, dengan kebutuhan lahan mencapai sekitar 4.711 meter persegi.
Pekerjaan konstruksi ditargetkan mulai pada Mei 2026 dengan anggaran sekitar Rp22,5 miliar yang bersumber dari APBD Pemprov Jabar. Trase baru ini ditargetkan rampung pada November 2026 dan diharapkan dapat kembali difungsikan sebagai akses utama bagi warga di Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.
