JABAR EKSPRES – Aktivis lingkungan dari komunitas Bandung Hijau, Suwatno, menyoroti meningkatnya risiko pohon tumbang di tengah cuaca ekstrem yang melanda Kota Bandung dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menilai, banyak pohon di ruang publik yang sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerentanan, namun belum ditangani secara optimal.
Menurut Suwatno, ada sejumlah ciri fisik pohon yang perlu diwaspadai karena berpotensi tumbang saat hujan deras disertai angin kencang. Di antaranya adalah batang yang sudah lapuk atau berlubang, akar yang mulai terangkat dari tanah, serta kemiringan pohon yang tidak normal.
Baca Juga:Rentetan Pohon Tumbang Mengancam Nyawa Warga Kota Bandung Di Tengah Cuaca Ekstrem BandungPohon Besar Tumbang di Jalur Nagreg, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
“Pohon yang terlihat sehat belum tentu aman. Kalau sudah ada tanda seperti batang retak, daun mulai jarang, atau akar muncul ke permukaan, itu harus segera dicek lebih lanjut,” ujarnya kepada Jabarekspres, Senin (6/4).
Selain itu, ia juga menyebut pohon dengan kanopi terlalu lebat dan tidak pernah dipangkas berisiko lebih besar tumbang karena beban yang tidak seimbang saat diterpa angin kencang. Kondisi tanah yang labil akibat curah hujan tinggi juga memperparah potensi tersebut.
Suwatno menegaskan, langkah antisipasi tidak harus selalu dengan penebangan. Menurutnya, pemangkasan rutin dan perawatan pohon justru menjadi solusi utama untuk menjaga keseimbangan antara aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.
“Penebangan itu opsi terakhir. Yang paling penting adalah perawatan berkala, seperti pemangkasan cabang, pengecekan kesehatan batang, dan penguatan struktur akar,” katanya.
Ia pun mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan pendataan ulang terhadap pohon-pohon besar, khususnya di kawasan rawan seperti pinggir jalan utama, area sekolah, dan permukiman padat penduduk.
Selain itu, Suwatno meminta adanya peningkatan respons cepat dari dinas terkait, termasuk penyediaan tim khusus yang siaga saat cuaca ekstrem terjadi. Edukasi kepada masyarakat juga dinilai penting agar warga bisa mengenali tanda-tanda pohon berbahaya di lingkungan sekitar.
“Pemkot harus punya sistem monitoring yang jelas dan transparan. Jangan menunggu kejadian baru bertindak. Pencegahan jauh lebih penting,” tegasnya.
Baca Juga:Pohon Tumbang di Cimahi, DLH Sebut Murni Akibat Cuaca EkstremRespons Cepat Pengelola Rahong, Akses Jalan Normal Kembali Usai Pohon Tumbang
Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan pohon dengan kondisi mencurigakan, serta menghindari aktivitas di sekitar pohon besar saat cuaca buruk.
