Banjar Krisis Fiskal, Pemkot Didorong Terapkan Creative Financing dan Optimalisasi Aset

Cimahi Masuk 4 Besar Nasional Serapan Belanja Daerah, Realisasi APBD 2025 Capai 85,40 Persen
Ilustrasi anggaran belanja daerah. Foto: Pexels
0 Komentar

Optimalisasi ini juga akan mengurangi beban biaya pemeliharaan aset dan mencegah okupansi ilegal oleh pihak ketiga.

Irwan menegaskan agar investor tertarik, Pemkot Banjar harus memiliki perencanaan yang matang, bukan sekadar wacana.

Ia mendorong terbentuknya proyek yang siap ditawarkan atau Investment Project Ready to Offer (IPRO).

Baca Juga:BPKPD Banjar Ungkap Skema Rasionalisasi dan Rencana Merger OPD Demi Tekan Belanja PegawaiEfisiensi Anggaran, Pemkot Banjar Kaji Merger Sejumlah OPD

Dibutuhkan dokumen studi kelayakan awal (pre-feasibility study) dan skema bisnis yang jelas, seperti nilai investasi (Capex) dan tingkat pengembalian modal (IRR).

Menutup pernyataannya, Irwan yang juga menjabat sebagai Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kota Banjar menekankan bahwa hasil penghematan belanja pegawai melalui pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) hingga merger OPD, serta peningkatan PAD melalui creative financing, harus dikembalikan untuk kepentingan rakyat.

“Anggaran yang dihemat harus dikonversi menjadi program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti irigasi pertanian, penerangan jalan umum (PJU), dan jalan konektivitas pariwisata,” katanya. (CEP)

0 Komentar