JABAR EKSPRES – Matinya dua anak harimau jenis Benggala berusia 8 bulan bernama Huru dan Hara di Kebun Bintang Bandung atau Bandung Zoo, kini mendapat sorotan sejumlah pihak salah satunya Dokter Spesialis Hewan, Ica Antika.
Dalam tanggapannya, Ica menyebut matinya Huru dan Hara yang disebut terkena virus panleukopenia merupakan sesuatu hal yang patut diwaspadai.
“Karena bisa menyerang semua feline family, termasuk harimau. Jadi secara umum jenis virusnya sama. (Namun) Mortality rate pada kucing besar lebih tinggi, bisa 80-90 persen terutama untuk anak harimau,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (1/4).
Baca Juga:Perkuat Ketahanan Pangan Jelang Lebaran, BULOG Bandung Salurkan Bantuan Beras dan Minyak GorengDirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis
Menurut Ica, vaksinasi merupakan sesuatu hal yang penting guna mengantisipasi atau mencegah dari penularan virus mematikan bagi hewan jenis kucing tersebut.
Pasalnya virus tersebut, kata dapat dengan mudah menular khususnya melalui kucing-kucing liar.
“Terutama kalau induknya tidak divaksin dan sanitasi lingkungan kurang baik, itu bisa (menular). Karena, virus panleukopenia ini kapanpun dimanapun ada,” ungkapnya
Maka dari itu, dengan adanya kematian dua anak harimau berusia 8 bulan yang diakibatkan oleh penyebaran virus panleukopenia tersebut, Ica menuturkan bahwa vaksinasi merupakan hal penting.
Diberitakan sebelumnya, Dua anak harimau jenis Benggala berusaha 8 bulan bernama Huru dan Hara, dikabarkan mati di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo.
Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Barat, Eri Mildranaya menyebut bahwa kematian dua anak harimau tersebut disebabkan oleh virus panleukopenia yang ditularkan dari sang induk.
“Jadi secara umum, kedua anak harimau Benggala ini (Huru dan Hara) terjangkit virus FlV (panleukopenia). Meskipun sudah diupayakan penanganan oleh berbagai pihak, namun tidak dapat diselamatkan,” katanya Kamis (26/3) lalu.
Baca Juga:Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di PameungpeukORIS Hadir di Bandung, PT SMI Ajak Masyarakat Jawa Barat Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional
Menurut Eri, virus mematikan yang kerap menyerang hewan jenis kucing ini, secara teori memang lebih rentan menular kepada anak satwa. Sehingga Eri mengaku, begitu mengetahui dua anak harimau benggala tersebut terjangkit panleukopenia, pihaknya langsung melakukan isolasi dan karantina kandang.
“Dan melakukan penanganan intensif, termasuk upaya diagnosis untuk menentukan terapi yang tepat. Setelah dilakukan pemeriksaan, barulah diketahui bahwa satwa tersebut positif panleukopenia,” imbuhnya
