Deni menegaskan, penguatan literasi digital membutuhkan kolaborasi berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital.
“Maka dari itu, kami akan terus berupaya, tidak hanya sekedar mengubah literasi dan sekedar tahu, tapi kami ingin menanamkan ‘refleks pertahanan’ saat masyarakat beraktivitas di ruang digital,” tutup Deni. (Mong)
