2 Anak Harimau Mati, Geopix Desak Audit Bandung Zoo

2 Anak Harimau Mati, Geopix Desak Audit Bandung Zoo
Ilustrasi: Seekor anak harimau benggala berada di dalam kandang di Bandung Zoo, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kematian dua anak harimau Benggala berusia delapan bulan di Bandung Zoo menuai sorotan. Organisasi lingkungan Geopix mendesak pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan kebun binatang tersebut.

Geopix menilai insiden ini menunjukkan adanya persoalan serius dalam sistem pengelolaan lembaga konservasi ex-situ, kematian satwa dilindungi disebut tidak bisa dipandang sebagai kejadian biasa.

Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, mengatakan peristiwa ini menjadi alarm atas lemahnya pengawasan dan standar kesejahteraan satwa.

Baca Juga:DPRD Bandung Sayangkan Kematian Dua Anak Harimau Bandung ZooDua Anak Harimau di Bandung Zoo Tewas Akibat Virus Panleukopenia, Isolasi Dilakukan

“Setiap kematian satwa dilindungi di lembaga konservasi ex-situ menjadi alarm keras yang perlu dicermati bersama,” kata Annisa secara tertulis diterima Jabar Ekspres, Jumat (27/3).

“Bahwa masih terdapat kegagalan atas sistem pengelolaan dan pengawasannya,” sambungnya.

Dia menambahkan, status harimau Benggala sebagai satwa dilindungi secara internasional seharusnya diikuti dengan tanggung jawab penuh pemerintah dalam memastikan perlindungannya di dalam negeri.

Geopix mendesak Direktorat Jenderal KSDAE tidak hanya melakukan evaluasi administratif, tetapi juga audit independen terhadap kondisi kesehatan, pakan, kandang, dan manajemen satwa.

Menurut Geopix, jika ditemukan pelanggaran serius, pemerintah perlu mengambil langkah tegas, termasuk relokasi satwa. Tanpa langkah konkret, persoalan serupa dinilai berpotensi terus berulang.

“Kami mendesak Direktorat Jenderal KSDAE untuk tidak hanya melakukan evaluasi administratif, tetapi segera melakukan audit independen menyeluruh dan transparan,” pungkasnya.

0 Komentar