Redam Penat di Jalur Nagreg, Satlantas Polresta Bandung Bagi Snack hingga Sapa Pemudik

Redam Penat di Jalur Nagreg, Satlantas Polresta Bandung Bagi Snack hingga Sapa Pemudik
Anggota Satlantas Polresta Bandung saat membagikan snack kepada pemudik di Jalur Nagreg saat lebaran 2026. Foto Satlantas Polresta Bandung.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah kepadatan arus mudik Lebaran 2026 di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Satlantas Polresta Bandung memilih pendekatan berbeda untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Melalui Tim Motor Senyum, petugas hadir tidak hanya mengatur arus kendaraan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para pemudik.

Aksi yang paling terasa adalah saat petugas membagikan snack kepada anak-anak yang ikut dalam perjalanan. Di tengah antrean kendaraan yang kerap tersendat, momen tersebut menjadi selingan yang cukup efektif mengurangi kejenuhan, terutama bagi keluarga.

Baca Juga:Tunaikan Nazar, Kapolresta Bandung Berikan Bantuan Motor untuk Pemudik Sepeda Asal TegalOne Way Tujuh Kali Diterapkan, Arus Wisata Ciwidey Masih Berpotensi Padat hingga Malam

Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Ega Prayudi, mengatakan langkah ini memang dirancang untuk menjaga suasana tetap positif di lapangan. Ia menilai, kondisi lalu lintas yang padat kerap memicu kelelahan hingga emosi pengendara.

“Tidak hanya pengaturan lalu lintas, kami juga ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Dengan cara sederhana seperti menyapa dan berbagi, harapannya pemudik bisa lebih rileks selama perjalanan,” ujar Ega, Senin (23/3/2026).

Secara tidak langsung, pendekatan ini juga menjadi cara untuk menekan potensi risiko di jalan. Menurut Ega, pengendara yang lebih tenang cenderung lebih tertib dan mudah diarahkan saat terjadi rekayasa lalu lintas di titik rawan seperti Nagreg.

Di sisi lain, petugas tetap menyisipkan imbauan keselamatan kepada para pemudik, mulai dari pentingnya menjaga kondisi fisik hingga disiplin terhadap aturan lalu lintas.

“Kami tetap ingatkan untuk tidak memaksakan diri saat lelah dan selalu mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” katanya.

Pendekatan humanis ini pun mendapat respons positif dari pemudik. Selain membantu menjaga suasana tetap kondusif, kehadiran petugas yang komunikatif dinilai membuat perjalanan panjang terasa sedikit lebih ringan.

0 Komentar