JABAR EKSPRES – Satlantas Polresta Bandung terus melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan di jalur wisata Ciwidey, tepatnya di kawasan pertigaan Sadu.
Hingga Senin (23/3/2026) pukul16.30 WIB, sistem satu arah (one way) telah diberlakukan sebanyak tujuh kali secara situasional.
Kasat Lantas Polresta Bandung, Kompol Ega Prayudi mengatakan, penerapan one way dilakukan secara bergantian, baik dari arah atas (Ciwidey) menuju bawah maupun sebaliknya.
Baca Juga:Cegah Bahaya di Jalur Mudik, Polisi Amankan Pria Berteriak di Pinggir Tol PalikanciDealer MAXUS Bandung Kini Hadir di Soekarno-Hatta, Perkuat Kehadiran di Jawa Barat
“Kami sudah melaksanakan kurang lebih tujuh kali one way, baik dari atas ke bawah maupun dari bawah ke atas. Alhamdulillah berjalan lancar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, rekayasa ini dilakukan untuk mencegah antrean kendaraan yang terlalu panjang di jalur wisata tersebut.
Menurutnya, langkah tersebut cukup efektif dalam menjaga arus tetap bergerak. Selain itu, pihaknya juga akan terus memantau kondisi di lapangan untuk menentukan langkah berikutnya.
Ega menegaskan, penerapan one way masih sangat mungkin dilakukan hingga malam hari, tergantung kondisi lalu lintas.
“Kita situasional. Ketika terjadi kepadatan, kita koordinasi dengan petugas di atas untuk melaksanakan one way kembali,” katanya.
Ia menambahkan, indikator penerapan one way biasanya ketika antrean kendaraan sudah mencapai panjang sekitar 3 hingga 4 kilometer.
“Kalau sudah melebihi itu, kita akan laksanakan one way dan di sini kita tampung arusnya,” jelasnya.
Baca Juga:Mudik Gratis, Sinergi Pertamina-Pemerintah Dukung Perjalanan Aman dan Hemat EnergiHONOR Luncurkan HONOR X7d dan HONOR X6c, Hadirkan Smartphone Tangguh dan Pengalaman AI Lebih Cerdas
Selain one way, Satlantas juga menyiapkan skema contra flow sebagai alternatif rekayasa lalu lintas. Ega menerangkan, contra flow dilakukan dengan menambah satu jalur dari arah berlawanan untuk mempercepat pergerakan kendaraan.
“Kalau contra flow, kita menambah jalur. Misalnya dari empat jalur jadi tiga, satu kita pakai untuk lawan arah,” ujarnya.
Sementara itu, untuk pengamanan Lebaran, pihaknya juga melakukan penyesuaian penempatan personel. Jika pada awal arus mudik fokus pengamanan berada di jalur Nagreg, kini personel lebih diprioritaskan ke kawasan wisata.
“Di H+1 sampai H+5, anggota kita prioritaskan ke lokasi wisata, termasuk Ciwidey dan Pangalengan,” kata Ega.
Ia juga memastikan rekayasa lalu lintas serupa diterapkan di sejumlah titik wisata lainnya di wilayah hukum Polresta Bandung.
