JABAR EKSPRES – Fenomena video viral kembali menghebohkan media sosial.
Kali ini, publik dihebohkan dengan beredarnya kabar mengenai video berdurasi 17 menit yang disebut-sebut menampilkan seorang pengemudi ojek online (ojol) bersama turis asing di Bali.
Informasi terkait video tersebut pertama kali mencuat melalui berbagai unggahan di media sosial.
Sejumlah akun membagikan potongan gambar disertai narasi yang mengklaim adanya rekaman perjalanan seorang ojol saat mengantar wisatawan mancanegara.
Baca Juga:Honor X7d Resmi Rilis di Indonesia, HP Baterai 6.500 mAh dan Kamera 108 MP25 Link Download Twibbon Lebaran 2026 Gratis, Cocok untuk Status WhatsApp dan Media Sosial
Narasi yang beredar semakin memicu rasa penasaran publik setelah disebutkan bahwa perjalanan tersebut berlanjut hingga ke sebuah vila di kawasan wisata Bali.
Klaim inilah yang kemudian membuat pencarian terkait video tersebut meningkat tajam.
Berdasarkan hasil penelusuran pada Sabtu (20/3/2026), kata kunci seperti “video ojol Bali 17 menit” dan “link video viral” trending di berbagai platform, termasuk X dan TikTok.
Banyak pengguna internet berlomba-lomba mencari tautan yang diklaim berisi durasi full.
Lonjakan minat ini turut memicu munculnya berbagai link yang beredar luas di kolom komentar maupun unggahan akun tertentu.
Beberapa di antaranya bahkan mengklaim menyediakan akses langsung ke video penuh yang dimaksud.
Namun, keaslian tautan tersebut masih diragukan. Banyak link yang beredar tidak memiliki sumber jelas dan justru berpotensi membahayakan pengguna.
Baca Juga:Hukum Tidak Salat Idul Fitri, Apakah Berdosa? Ini Penjelasan Menurut Ulama9 Ide Kegiatan Bersama Keluarga di Hari Lebaran Agar Terasa Lebih Harmonis
Pakar keamanan digital mengingatkan bahwa fenomena video viral seperti ini kerap dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menjalankan aksi penipuan daring.
Salah satu modus yang sering digunakan adalah menyebarkan tautan palsu yang mengarah ke situs phishing.
Situs phishing biasanya dirancang menyerupai halaman asli untuk mengelabui pengguna.
Tujuannya adalah mencuri data pribadi, mulai dari informasi akun hingga kata sandi yang dimasukkan oleh korban.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak sembarangan mengklik link yang beredar, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
