Di samping itu, para pemudik yang sudah merasa lelah sebelum mencapai rest area di KM 203, petugas juga telah menyiapkan beberapa alternatif tempat berhenti di titik-titik pos yang dikelola pengelola tol maupun patroli jalan raya (PJR).
“Jika diperlukan, pemudik juga dapat diarahkan menuju Pos Terpadu yang berada di Terminal Ciakar Sumedang,” imbuh Agus.
“Pengendara juga dapat memilih keluar melalui gerbang tol terdekat untuk mencari lokasi istirahat yang dinilai lebih memadai,” tambahnya.
Baca Juga:Dirikan Klub Satelit di Bandung, PB Jaya Raya siap Hadirkan Atlet Berpotensi untuk Bulu Tangkis Perkuat Silaturahmi, Ketua Relawan Bedas Galih Hendrawan Salurkan Paket Sembako di Pameungpeuk
Agus juga menyampaikan, jika jajaran Polres Sumedang terus melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait, untuk menyiapkan penanganan serta kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan.
Ditambah, kondisi cuaca saat ini sedang tidak bisa diprediksi, kepolisian pun selalu berkoordinasi dengan pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Kami di bawah kendali Kapolres untuk mengintenskan penanganan khusus di wilayah rawan longsor seperti Cadas Pangeran. Kami tempatkan 1 pos di daerah Cigengendel mengantisipasi bencana alam,” ucap Agus.
Dia juga mengimbau, agar para pemudik memperhatikan kondisi kendaraan serta badan. Masyarakat diminta untuk selalu berhati-hati saat melintasi wilayah Sumedang, yang memiliki kondisi geografis berupa dataran tinggi dan kawasan pegunungan.
“Pemudik yang melintas di Sumedang harus menyadari bahwa kondisi wilayahnya merupakan dataran tinggi dan bergunung, sehingga perlu lebih berhati-hati selama perjalanan,” pungkas Agus. (Bas)
