Jelang Lebaran, ESDM Pastikan Cadangan Listrik Nasional Aman

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat meninjau PLTA Saguling, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat. Senin (16/3)
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung saat meninjau PLTA Saguling, Kecamatan Cipatat, Bandung Barat. Senin (16/3). Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan cadangan listrik nasional masih aman dengan kapasitas daya yang jauh melampaui kebutuhan beban listrik masyarakat.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan secara sistem nasional kapasitas daya mampu pembangkit listrik saat ini mencapai sekitar 52 gigawatt (GW), sementara beban listrik yang digunakan berada di kisaran 35 GW.

“Jika dilihat dari sistem nasional, daya mampu pembangkit sekitar 52 gigawatt, sedangkan beban listrik sekitar 35 gigawatt. Artinya cadangan daya kita masih cukup besar dan berada di atas kebutuhan,” kata Yuliot saat meninjau kesiapan sistem kelistrikan di PLTA Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/3/2026).

Baca Juga:Dukung Program Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik dalam Mudik Bareng 2026ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Menurutnya, pemerintah terus memantau kesiapan sistem kelistrikan nasional dengan meninjau langsung sejumlah pembangkit listrik strategis, salah satunya PLTA Saguling.

“Kunjungan ini untuk memastikan secara langsung kesiapan sistem ketenagalistrikan, termasuk di PLTA Saguling, agar pasokan listrik tetap terjaga,” ujarnya.

Selain memiliki cadangan daya yang cukup besar, pemerintah juga memastikan kondisi pembangkit tetap optimal melalui pemeliharaan yang telah dilakukan sejak jauh hari.

“Untuk pembangkit Saguling sendiri, proses pemeliharaan sudah dilakukan lebih awal sehingga potensi gangguan ke depan bisa diminimalkan,” ucap Yuliot.

Kesiapan pasokan listrik juga diperkuat dengan status siaga yang dijalankan oleh PLN di berbagai daerah. Perusahaan tersebut menyiagakan personel serta posko pemantauan kelistrikan secara nasional.

“PLN juga menyiapkan personel siaga dengan total 76 posko di seluruh Indonesia sehingga pemantauan sistem kelistrikan dapat dilakukan secara terpadu,” katanya.

Ia menambahkan, koordinasi dilakukan melalui posko nasional sektor energi serta posko di masing-masing unit untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan pada sistem kelistrikan.

Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    

“Dengan adanya posko nasional sektor ESDM dan posko di setiap unit, kesiapan energi bisa terus dipantau dan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan dapat dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Dia memastikan dengan berbagai langkah tersebut, pasokan listrik selama periode Lebaran tetap dalam kondisi aman.

“Secara umum pasokan listrik untuk Lebaran aman,” tandasnya. (Wit)

0 Komentar