“Saat ini Satreskrim Polresta Bandung sedang melakukan penyelidikan karena ada korban meninggal dunia. Kami juga sudah meminta Polda untuk membackup penyelidikan ini secara saintifik,” katanya.
Terkait dugaan penyebab ambruknya bangunan, Aldi menegaskan polisi belum dapat menyimpulkan apakah terdapat unsur kelalaian atau masalah konstruksi.
“Kami tidak bisa berandai-andai atau hanya melihat secara kasat mata. Nanti hasilnya berdasarkan pemeriksaan ahli konstruksi serta keterangan saksi-saksi,” tegasnya.
Baca Juga:Tiga Rumah di Permata Padalarang Ambruk, Konstruksi Diduga Tak Sesuai StandarRumah di Empang Bogor Selatan Ambruk, 1 Warga Terluka dan 10 Jiwa Terdampak
Sementara itu, korban meninggal dunia telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan proses identifikasi serta autopsi guna memastikan penyebab kematian.
“Korban meninggal dunia kita bawa ke rumah sakit untuk identifikasi dan akan dilakukan autopsi,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau pengelola pasar serta dinas terkait untuk segera melakukan pengecekan terhadap bangunan lain yang dibangun pada periode yang sama, terutama jika dikerjakan oleh kontraktor yang sama.
Menurut Aldi, langkah tersebut penting dilakukan guna mengantisipasi potensi kejadian serupa di bangunan lainnya.
“Kami menghimbau pengelola pasar dan dinas terkait segera melakukan identifikasi bangunan yang dibangun pada tahun yang sama oleh kontraktor yang sama. Jika ada potensi rawan ambruk, segera diambil langkah-langkah seperti penutupan sementara,” katanya.
Hingga kini polisi masih mendalami sejarah pembangunan pasar tersebut serta mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya bangunan di Pasar Soreang itu.
