Angkot di Kota Bogor Tetap Beroperasi saat Libur Lebaran 2026, Kadishub: Tidak Ada yang Berubah 

Ilustrasi angkutan kota (angkot) di Kota Bogor
Ilustrasi angkutan kota (angkot) di Kota Bogor. Foto: Sekar Andini/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Angkutan kota (angkot) di Kota Bogor dipastikan tetap beroperasi selama periode libur Lebaran 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengatakan tidak ada perubahan operasional angkot di wilayah Kota Bogor meskipun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menerapkan kebijakan penghentian sementara operasional angkot di jalur Puncak, Kabupaten Bogor, selama periode libur Lebaran.

“Untuk Kota Bogor tidak ada program pelarangan operasional angkot selama libur mudik Lebaran. Kebijakan dari Pemprov Jawa Barat itu hanya berlaku untuk angkot yang beroperasi di jalur Puncak, Kabupaten Bogor,” ujar Sujatmiko saat dikonfirmasi, Senin (16/3/2026).

Baca Juga:Dukung Program Hemat Energi, Pertamina Berangkatkan Ribuan Pemudik dalam Mudik Bareng 2026ESDM Apresiasi Kesiapan Pertamina Jaga Pasokan Energi Selama Ramadan dan Idulfitri 2026

Ia menjelaskan, kebijakan penghentian sementara operasional angkot di kawasan Puncak tersebut menyasar sekitar 2.100 sopir angkot. Para sopir akan menerima kompensasi sebesar Rp200 ribu per orang dari Pemprov Jawa Barat.

Adapun trayek angkot yang diliburkan sementara meliputi Sukasari-Cisarua, Sukasari-Cibedug, dan Ciawi-Pasir Muncang. Kebijakan tersebut diberlakukan selama lima hari, yakni pada 22-24 Maret serta 27-28 Maret 2026.

Sujatmiko pun memastikan bahwa masyarakat di Kota Bogor masih dapat menggunakan layanan angkot seperti biasa selama periode libur Lebaran 2026.

“Betul, dipastikan semua angkot masih beroperasi, tidak ada yang berubah,” katanya.

Meski demikian, Dishub Kota Bogor tetap akan melakukan pengawasan terhadap angkot yang beroperasi selama masa libur Lebaran untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas.

Sujatmiko menyebut, terdapat sejumlah titik rawan kemacetan di Kota Bogor yang kerap menjadi lokasi penumpukan angkot yang menunggu penumpang.

Beberapa titik tersebut di antaranya kawasan Jembatan Merah, Mal BTM, sekitar Gunung Batu, Alun-alun Kota Bogor, dan wilayah Warung Jambu.

Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    

Untuk mengantisipasi kemacetan, Dishub Kota Bogor pun akan menerjunkan petugas secara mobile ke sejumlah titik tersebut.

“Pada sejumlah titik atau kawasan yang terjadi penumpukan angkutan ataupun parkir yang menjadi hambatan samping, kami menurunkan tim dari setiap unit secara mobile untuk melakukan pengaturan agar kelancaran lalu lintas tetap terjaga,” ucapnya

0 Komentar