JABAR EKSPRES – Negara Kanada melirik Jawa Barat untuk berkolaborasi dalam investasi bisnis dan pendidikan.
Hal itu diungkapkan Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton saat berkunjung ke Gedung Sate, Rabu (11/3). Jawa Barat cukup menarik, karena termasuk provinsi dengan penduduk yang terbesar di Indonesia.
Selain itu juga memiliki berbagai potensi besar, mulai dari SDM dengan banyaknya kampus di Jawa Barat, sumber daya alam hingga kawasan bisnis strategis.
Baca Juga:Prabowo Pasang Target Ambisius, Danantara Diharapkan Setor Rp800 Triliun ke Negara Tiap TahunKemenkeu Catat Penerimaan Bea Cukai Melemah hingga Rp44,9 Triliun di Awal 2026
Untuk investasi bisnis, pihaknya ingin terlebih dahulu bertemu dengan para pebisnis lokal sehingga pembacaan peluang investasi bisa lebih cermat dan tepat.
Selain bisnis, pihaknya juga ingin kolaborasi dalam hal pendidikan. Bentuknya mitra bantuan pendidikan atau Development Assistance Partners yang berbasis di Jawa Barat, termasuk rencana kuliah umum di Universitas Katolik Parahyangan Bandung.
Hal itupun langsung disambut baik Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, tentu Jawa Barat akan membuka diri dalam hal kolaborasi untuk kebaikan.
“Ini langkah positif, tentu kami membuka diri,” jelasnya.
Erwan melanjutkan, banyak potensi kerja sama yang bisa dikembangkan selain investasi dan pendidikan misalnya kolaborasi di sektor teknologi, perdagangan, energi bersih maupun pengembangan sumber daya manusia.
Kanada merupakan mitra yang baik dan sudah berkolaborasi dari sejak lama, misalnya dalam keterlibatan aktif pengusaha Kanada dalam West Java Investment Summit (WJIS) pada sektor infrastruktur hijau, industri hilir, dan energi terbarukan.
Sehingga harapannya kolaborasi itu bisa terus dijaga dan ditingkatkan. “Kolaborasi ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, ” tutupnya. (son)
