Soal Pemangkasan Anggaran MBG, Ini Kata Menkeu!

Soal Pemangkasan Anggaran MBG, Ini Kata Menkeu!
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait rencana pemangkasan anggaran MBG. Foto: Antara
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Rencana Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memangkas sejumlah pos anggaran, termasuk program makan bergizi gratis (MBG), imbas perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) masih di bahas.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa pemangkasan anggaran program prioritas presiden dalam upaya mengentaskan stunting itu, dipastikan tidak akan mengganggu belanja produktif.

“(Anggaran) MBG nggak akan dipotong, kecuali yang nggak produktif,” ujarnya, dikutip Selasa (10/3/2026).

Ia mengaku pihaknya akan terus memantau realisasi belanja Program MBG.

Baca Juga:Anggaran MBG Berpotensi Dipangkas, Imbas Perang Iran vs Israel-AS?Masyarakat Diminta Tak "Panic Buying" BBM, Stok Aman?

Adapun terkait pemangkasan anggaran MBG yang kemungkinan besar akan dilakukan dalam waktu dekat, Purbaya menegaskan bahwa pihaknya tidak serta merta memotong anggaran.

Bendahara Negara itu mengatakan bahwa pihaknya hanya akan melakukan penyesuaian anggaran, dengan memastikan anggaran Program MBG dibelanjakan dengan efektif dan efisien.

“MBG nggak kami potong anggarannya, tapi kami pastikan yang dibelanjakan betul-betul efektif dan efisien,” kata Purbaya.

Sebelumnya, Purbaya mengatakan salah satu opsi yang tersedia untuk meredam dampak lonjakan harga minyak dunia adalah realokasi belanja negara.

Sejumlah anggaran program yang memiliki tingkat urgensi rendah bisa digeser untuk memenuhi kebutuhan kesehatan fiskal.

Dia mencontohkan program yang masih memiliki ruang realokasi anggaran adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Pergeseran anggaran tidak terjadi pada fungsi inti program dalam penyediaan makanan, melainkan pada kegiatan pendukung, seperti penyediaan kendaraan bermotor bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“MBG programnya bagus, tapi kami ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan, misalnya beli motor,” jelas Menkeu dalam taklimat media di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (7/3).

Baca Juga:Setahun Bullion Bank, BSI Perkuat Ekosistem Emas Nasional dengan Kelolaan Capai 22,5 TonStok BBM-LPG hingga Pangan Jelang Lebaran Diklaim Terjaga, Benarkah?

Realokasi belanja juga menjadi salah satu rekomendasi Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira. Bhima berpendapat dalam situasi saat ini, realokasi belanja menjadi jalan yang lebih baik alih-alih menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi untuk mengurangi tekanan fiskal.

Dia pun menyarankan agar pemerintah menyesuaikan belanja tiga program, di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan food estate.

0 Komentar