Pemkab Bogor Kerahkan Alat Berat dan 50 Truk Bersihkan Sampah Liar di Desa Kopo Cisarua

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani tumpukan sampah liar yang menumpuk di Desa Kopo,
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani tumpukan sampah liar yang menumpuk di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Senin (9/3)/Foto: Diskominfo/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani tumpukan sampah liar yang menumpuk di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, Senin (9/3).

Puluhan truk pengangkut sampah dan alat berat dikerahkan untuk membersihkan lokasi yang sebelumnya menjadi titik pembuangan sampah sembarangan.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, mengatakan volume sampah di lokasi tersebut cukup besar sehingga proses pembersihan diperkirakan membutuhkan sekitar 50 unit kendaraan pengangkut sampah.

Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    

“Alhamdulillah penanganan sampah liar di Desa Kopo sudah berjalan kolaborasi dengan Dinas Pekerjaan Umum terkait alat beratnya. Hari ini kami menyiapkan 25 unit kendaraan, sementara esoknya akan ditambah 25 unit lagi,” ujarnya.

Langkah ini tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Enam RT di sekitar lokasi sepakat untuk tidak lagi membuang sampah di area tersebut serta berkomitmen meningkatkan pengawasan agar pembuangan sampah liar tidak kembali terjadi.

Sementara itu, Camat Cisarua, Heri Risnandar, menjelaskan bahwa sebelumnya lokasi tersebut memang menjadi titik pembuangan sampah liar.

“Warga setempat kemudian mencoba mengelola sampah agar lebih terkendali, sehingga dijadikan penampungan sementara sebelum diangkut DLH,” jelasnya.

Ia menambahkan, warga juga melakukan iuran untuk membantu operasional pengangkutan sampah, meski pembuangan sampah dari luar desa masih menjadi kendala.

Selain pembersihan langsung, Kecamatan Cisarua juga mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui program Kawasan Rumah Lingkungan (KRL) yang telah berjalan sejak 2018, serta pengembangan bank sampah di setiap RT.

Baca Juga:Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 KecamatanHj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKB

Solusi jangka panjang juga tengah diupayakan, salah satunya pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dengan berkoordinasi dengan pihak PT Perkebunan Nusantara untuk mencari lokasi yang aman dari permukiman warga.

Heri menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga hingga tingkat pemerintah daerah.

“Jika pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan dan dilakukan serentak, beban penanganan sampah akan jauh lebih ringan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kopo, Wiwin Wildan, menambahkan bahwa pemerintah desa telah lama melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan sampah di wilayahnya.

0 Komentar