JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan percepatan penanganan sampah harus dimulai dari tingkat desa.
Strategi ini memanfaatkan Bantuan Keuangan (Bankeu) Desa sekaligus melibatkan seluruh unsur kewilayahan, sebagai respons terhadap kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga yang sudah kelebihan kapasitas.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Bambam Setia Aji, mengatakan penanganan sampah harus dimulai dari sumbernya. Desa memiliki peran penting, mulai dari pembentukan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga edukasi kepada masyarakat.
Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan
“Pengawasan TPS liar juga perlu diperkuat oleh kecamatan hingga RT/RW,” tuturnya.
Bambam memimpin rapat koordinasi bersama camat dan kepala desa, baik secara langsung maupun melalui Zoom, untuk memastikan seluruh wilayah siap menata pengelolaan sampah sebelum akhir Maret.
“Setelah sosialisasi dan pembenahan, penegakan aturan terhadap pembuangan sampah liar akan dilakukan lebih tegas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bogor, Hadijana, mengungkapkan bahwa bantuan keuangan desa tahun ini meningkat dari Rp1 miliar menjadi Rp1,5 miliar, dengan prioritas utama adalah tata kelola sampah.
“Persoalan sampah diharapkan dapat diselesaikan di tingkat desa, sehingga tidak lagi muncul penumpukan sampah liar di permukiman,” ujarnya.
Hingga kini tercatat 404 proposal desa untuk pembangunan infrastruktur dan program pengelolaan sampah skala desa.
Dari jumlah tersebut, 311 proposal telah disetujui, 90 proposal masih direvisi, dan 3 proposal dalam tahap peninjauan DLH. Proposal yang disetujui akan segera dicairkan setelah diterbitkannya Surat Keputusan Bupati terkait Bankeu Desa.
Baca Juga:Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 KecamatanHj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKB
Kasus konkret terlihat di Desa Kopo, Kecamatan Cisarua, yang sempat menjadi sorotan karena penumpukan sampah liar.
Tim DLH bersama Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor menurunkan puluhan kendaraan pengangkut sampah dan alat berat. Bambam memperkirakan proses pembersihan di lokasi ini membutuhkan sekitar 50 kendaraan dan kemungkinan tidak bisa selesai dalam satu hari.
Warga setempat juga berkomitmen menjaga kebersihan. Enam RT di sekitar lokasi sepakat tidak lagi membuang sampah di area tersebut dan akan meningkatkan pengawasan agar tidak ada pembuangan liar, terutama dari luar desa.
