Ketegangan Israel-AS dan Iran Berpotensi Picu Krisis Energi Jelang Mudik Lebaran 2026

Petugas mengisi bahan bakar minyak di SPBU Jalan Martadinata, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah
Petugas mengisi bahan bakar minyak di SPBU Jalan Martadinata, Kota Bandung. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Momentum mudik Lebaran pada Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M dinilai berada di bawah bayang-bayang potensi krisis energi.

Hal ini disoroti oleh Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) yang menilai konflik geopolitik antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dalam negeri.

Dewan Penasihat MTI Pusat, Djoko Setijowarno, mengatakan lonjakan harga minyak dunia akibat ketegangan global menjadi alarm bagi ketahanan energi nasional menjelang arus mudik Lebaran 2026.

Baca Juga:BSI Berbagi: 5.000 Anak Yatim Terima Santunan Serentak di Seluruh IndonesiaTransaksi ZISWAF BSI Naik 14 Persen Selama Ramadan    

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan rapuhnya sistem transportasi Indonesia yang masih sangat bergantung pada bahan bakar minyak (BBM) fosil dan belum optimal dalam pengembangan transportasi umum.

“Ketegangan geopolitik antara Israel-AS dan Iran mengancam stabilitas ekonomi dalam negeri menjelang mudik Lebaran 2026,” kata Djoko kepada Jabar Ekspres, Senin (9/3).

Ia menjelaskan, dampak paling terasa adalah potensi kenaikan harga minyak dunia yang dapat berujung pada peningkatan harga BBM.

“Hal ini tentu akan membebani biaya transportasi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik,” jelas Djoko.

Di sisi lain, Djoko memperkirakan hiruk-pikuk kendaraan di jalur mudik tahun ini kemungkinan sedikit mereda.

Meski lonjakan kendaraan tetap terjadi, melemahnya daya beli masyarakat akibat kondisi ekonomi yang lesu diperkirakan membuat jumlah pemudik tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Djoko juga menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor energi. Ia menyebut konsumsi minyak nasional mencapai sekitar 1,7 juta barel per hari, sementara produksi domestik hanya sekitar 860 ribu barel per hari.

Baca Juga:Silaturahmi Akbar PKB, Kang Cucun Serahkan Kendaraan Ambulans untuk 31 KecamatanHj Renie Rahayu Fauzi Hadiri Reses Wakil Ketua DPR RI H Cucun A Syamsurijal Dari Fraksi PKB

Akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata itu menjelaskan, peningkatan jumlah kendaraan pribadi maupun angkutan umum selama periode mudik secara otomatis akan meningkatkan konsumsi BBM secara signifikan.

“Sangat mungkin bahwa perang yang berimbas pada ketersediaan bahan bakar akan membayangi aktivitas mudik,” terangnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia memprediksi pergerakan masyarakat selama masa angkutan Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,6 persen dari total penduduk Indonesia.

Pergerakan terbesar diperkirakan berasal dari Jawa Barat dengan 30,97 juta orang, diikuti wilayah Jakarta sebanyak 19,93 juta orang, serta Jawa Timur dengan 17,12 juta orang.

Adapun tujuan mudik terbanyak mengarah ke Jawa Tengah sebanyak 38,71 juta orang, disusul Jawa Timur 27,29 juta orang dan Jawa Barat 25,09 juta orang.

0 Komentar