JABAR EKSPRES – Upaya percepatan transformasi layanan kesehatan berbasis digital di Kota Cimahi membuahkan hasil positif. Sebanyak 12 fasilitas kesehatan di wilayah tersebut menerima penghargaan Transformasi Digital dari BPJS Kesehatan atas keberhasilan dalam mengimplementasikan layanan digital dalam mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung pada Senin (2/3/26) di Hotel Neo Kota Baru Parahyangan, Bandung Barat. Pengakuan ini diberikan kepada fasilitas kesehatan yang dinilai konsisten melakukan inovasi dan penguatan sistem digital secara bertahap, mulai dari bintang satu hingga mencapai bintang tujuh.
Saat ini, pemanfaatan layanan digital di fasilitas kesehatan Kota Cimahi tercatat telah melampaui angka 50 persen. Capaian tersebut menandakan bahwa transformasi digital tidak hanya berhenti pada tataran sistem, tetapi juga mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat peserta JKN, terutama dalam kemudahan akses layanan dan efisiensi waktu.
Baca Juga:BULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di SumedangKehangatan Bernuansa Heritage dalam Momen Berbuka Puasa “A Wishful Ramadan” ala de Braga by ARTOTEL
Penghargaan Transformasi Digital diberikan kepada enam Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yakni Puskesmas Leuwigajah, Puskesmas Cimahi Utara, Klinik Aulia Sehat, Klinik Nayaka Husada 3, Praktek Dokter Mirda, serta Praktek Dokter Gigi Zuniati.
Sementara itu, enam Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang menerima penghargaan serupa meliputi RS Kasih Bunda, RS Mitra Anugerah Lestari, Klinik Utama Amanah 2, RSUD Cibabat, RS Avisena, serta RS Gigi dan Mulut Unjani.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira menyampaikan apresiasinya kepada seluruh fasilitas kesehatan yang telah berkomitmen menjalankan transformasi digital secara berkelanjutan.
Ia juga mendorong FKTP maupun FKRTL lainnya di Kota Cimahi agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis teknologi.
Menurutnya, penerapan sistem digital seperti antrean online dan integrasi layanan mampu mengatur alur pasien secara lebih tertib dan efisien, sekaligus menekan potensi kepadatan di ruang tunggu.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbolis, tapi sebuah penyemangat bagi seluruh tenaga kesehatan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat,” ujar Adhitia.
Lebih lanjut, Adhitia menegaskan bahwa digitalisasi layanan kesehatan tidak hanya berdampak pada kecepatan proses administrasi, tetapi juga berkontribusi besar terhadap peningkatan mutu layanan medis.
