Di samping itu, sejumlah warganet turut merespons UU APBN 2026 tersebut. Mereka menilai bahwa pengalokasian anggaran pendidikan untuk MBG tidak tepat sasaran.
“Lagian, bisa2nya MBG dikategorikan sebagai bagian dari alokasia nggran pendidikan. Kontribusi ke kualitas pendidikan apa?” ujar seorang warganet di X.
“Yang jelas tahun lalu 2.000 anak keracunan, anak-anak jadi tidak sekolah, mengganggu kegiatan belajar mengajar. Belum lagi drama makanan yang tidak bergizi,” sambungnya.
Baca Juga:Imbas Konflik Iran dengan AS-Israel: Rupiah Melemah, BBM Terancam LangkaKonflik AS-Israel dengan Iran Memanas, Sejumlah Penerbangan Internasional Dibatalkan
Selain itu, warganet lainnya juga mempertanyakan hal serupa, ia menilai bahwa program MBG tidak ada korelasi dengan kualitas pendidikan.
“Outcome/hasil programnya aja udah ga nyambung. Kalo misal dananya buat naikin gaji guru, belanja sarpras, itu jelas outcomenya biar kualitas pendidikannya meningkat. Lah ini Makan Bergizi Gratis outcomenya apaan?” ujarnya.
