Pemerhati Sosial itu juga mengaku bahwa belum lama ini, dirinya pernah berkomunikasi langsung dengan salah satu pengelola dapur SPPG.
Dari komunikasi yang dijalin, Asep mendapat jawaban bahwa setiap dapur memiliki manajemen berbeda. Akan tetapi, menurutnya, alasan tersebut tidak bisa dibenarkan.
“Beda dapur beda manajemen, katanya. Itu tidak benar. Semua manajemen harus sama karena ini menyangkut uang rakyat. Standar harus seragam, baik dari sisi anggaran maupun kualitas makanan, juknis BGN sudah jelas,” tegasnya.
Baca Juga:BULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di SumedangKehangatan Bernuansa Heritage dalam Momen Berbuka Puasa “A Wishful Ramadan” ala de Braga by ARTOTEL
Asep mendesak agar pemerintah melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh pengelola dapur dan mitra pelaksana program MBG.
“Transparansi dan pengawasan ketat ini menjadi kunci, agar program strategis nasional MBG tidak berubah menjadi ladang keuntungan segelintir oknum,” imbuhnya.
“Program ini mulia. Jangan rusak dengan mentalitas pemburu rente. Kalau ada yang terbukti bermain, kontraknya harus diputus. Ini soal masa depan anak-anak dan kepercayaan publik,” pungkas Asep. (Bas)
