JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan merespons keluhan rendahnya partisipasi warga di RW 06 Kelurahan Kebon Gedang, termasuk tidak adanya warga yang bersedia menjadi petugas Gaslah.
Dia menyebut persoalan itu akan didalami bersama DPRD untuk mencari penyebabnya. Keluhan tersebut mencuat dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-85 di Kelurahan Kebon Gedang, Jumat (27/2).
Forum itu, dihadiri jajaran perangkat daerah dan menjadi ruang evaluasi berbagai program pemberdayaan di tingkat kewilayahan.
Baca Juga:Ekonomi Desa Siap Naik Kelas, Koperasi Subang Ekspor 3 Ton Manggis ke Pasar China Jadi Penopang Ekonomi Pesisir, KKP Pastikan Kemudahan Pupuk Subsidi Bagi Pembudidaya Ikan
“Di sini kita memang sedang fokus melihat permasalahan. Tadi ada Ketua RW 06 yang mengeluhkan partisipasi dan pemberdayaan warga kurang. Bahkan tidak ada yang mau jadi petugas Gaslah,” ujar Farhan di lokasi.
Menurut dia, pemerintah kota perlu memastikan apakah rendahnya keterlibatan warga disebabkan kurang menariknya program atau ada faktor lain di lapangan.
“Kita ingin melakukan pendekatan bersama anggota DPRD untuk melihat ada apa. Jangan-jangan program pemerintah kurang menarik bagi masyarakat. RW 06 akan kita dalami lebih dalam,” katanya.
Selain isu partisipasi, forum itu juga membahas pelaksanaan program Prakarsa berbasis pendataan hingga tingkat RW. Farhan mengatakan pembaruan data akan kembali dilakukan dalam tiga bulan ke depan.
“Tiga bulan lagi kita akan melakukan pendataan ulang,” ujarnya.
Dia menekankan, pentingnya pembaruan data karena kondisi sosial-ekonomi warga dapat berubah dalam waktu singkat dan memengaruhi intervensi kebijakan.
Dalam pertemuan itu turut dipaparkan capaian kepesertaan BPJS Kesehatan di wilayah Kebon Gedang. Dari 1.534 warga RW 08 berdasarkan data 2025, sebanyak 619 orang tercatat memiliki BPJS dengan tingkat keaktifan 78,45 persen.
Baca Juga:Kredit UMKM Bisa Tumbuh Pesat dengan Perbaikan Tiga Sektor Utama Menaker Pastikan Bonus Hari Raya Ojol Diumumkan Bersamaan dengan THR
“Alhamdulillah tidak rendah, tapi target kita 80 persen,” kata Farhan.
Dia menambahkan, peningkatan keaktifan kepesertaan berkaitan dengan penguatan Universal Health Coverage (UHC) di Kota Bandung.
“Semakin tinggi keaktifan, semakin tinggi juga UHC. Artinya siapa pun di Kota Bandung tidak boleh tidak mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.
