Safari Hutan Bandung Utara Tutup Sementara Selama Ramadan 1447 H

Sinopsis Film Big World (2024), Perjuangan Melawan Keterbatasan, Rekomendasi Tontonan Akhir Pekan
Sinopsis Film Big World (2024), Perjuangan Melawan Keterbatasan, Rekomendasi Tontonan Akhir Pekan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wisata offroad Safari Hutan di kawasan Bandung Utara, Kabupaten Bandung Barat, resmi dihentikan sementara selama Ramadan 1447 Hijriah untuk perbaikan jalur dan evaluasi tata kelola kawasan hutan.

Penghentian operasional ini dilakukan pengelola sebagai langkah pembenahan menyeluruh, sekaligus memastikan aktivitas wisata tetap berjalan sesuai prinsip konservasi dan ketentuan kerja sama dengan Perhutani selaku pemegang kewenangan pengelolaan kawasan hutan.

Ketua Koperasi Wisata Offroad Safari Hutan, Aceh Gunawan, mengatakan momentum Ramadan dipilih karena permintaan wisata petualangan cenderung menurun dibandingkan hari biasa maupun musim liburan. Kondisi tersebut dinilai ideal untuk melakukan evaluasi teknis dan pembenahan lintasan.

Baca Juga:BULOG Bandung Percepat Serapan Gabah Petani di SumedangKehangatan Bernuansa Heritage dalam Momen Berbuka Puasa “A Wishful Ramadan” ala de Braga by ARTOTEL

“Selama Ramadan kami hentikan sementara seluruh operasional. Ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki jalur serta memastikan tata kelola tetap sesuai perjanjian kerja sama dengan Perhutani,” ujar Aceh saat dikonfirmasi, Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, perbaikan difokuskan pada sejumlah titik lintasan yang terdampak curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Intensitas kendaraan offroad yang cukup tinggi juga menyebabkan beberapa bagian jalur mengalami penurunan kualitas.

Ia menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah melakukan perbaikan jalur serta pembenahan pipa air milik warga yang terdampak aktivitas kendaraan. Namun, faktor cuaca ekstrem membuat sebagian titik kembali rusak.

“Perbaikan sudah kami lakukan, termasuk untuk pipa air warga. Tetapi karena hujan deras dan lalu lintas kendaraan, ada kerusakan yang muncul kembali. Kami berkomitmen memperbaikinya secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Ke depan, jalur yang rusak akan diperkuat menggunakan campuran semen dan pasir agar lebih kokoh dan tahan lama. Selain lintasan utama wisata, pembenahan juga menyasar jalur alternatif yang biasa dimanfaatkan warga untuk mengangkut rumput pakan ternak.

Diketahui, Safari Hutan sendiri mengelola sekitar 150 unit kendaraan offroad dengan rute kurang lebih 9 kilometer, membentang dari kawasan Cikole, Lembang hingga Sukawana, Parongpong. Kawasan ini masuk wilayah Bandung Utara yang dikenal sebagai daerah resapan air sekaligus destinasi wisata alam di Jawa Barat.

Di sisi lain, Perhutani sebelumnya menutup akses wisata Nyawang Bandung di Kampung Cipariuk RT 03 RW 12, Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada 19 Februari 2026.

0 Komentar