Ayi yang telah bekerja sejak 1982 mengaku memiliki keterikatan emosional dengan mesin tersebut. “Saya sudah di sini sejak 1982. Mesin ini rasanya sudah menyatu dengan jiwa saya. Kalau dengar kabar mesin retak saja, badan langsung lemas,” ucapnya.
Pesanan Al-Qur’an Braille di Wyata Guna Turun 50 Persen
