JABAR EKSPRES – Kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) di bulan Ramadan menjelang Hari Raya Idulfitri kembali terjadi. Kali ini, sejumlah karyawan di pabrik Mie Sedaap di Gresik, Jawa Timur, dikabarkan terkena PHK.
Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Febri Hendri Antoni Arif pun buka suara terkait isu PHK di pabrik Mie Sedaap tersebut.
Ia menyebut pihaknya telah mengonfirmasi secara langsung kepada industri yang bersangkutan, terkait isu PHK yang berkembang di masyarakat.
Baca Juga:THR ASN Cair, PPPK Paruh Waktu Harap-harap CemasUjung Kisruh Beasiswa LPDP: 4 Alumni Kembalikan Dana Sanksi hingga Rp2 Miliar per Orang
Febri memastikan bahwa, tidak ada PHK terhadap karyawan tetap di PT Karunia Alam Segar (KAS) atau pabrik Mie Sedaap. Namun, kata dia, memang ada pengurangan tenaga kerja outsourcing.
Menurutnya, pengurangan tenaga kerja outsourcing itu dilakukan seiring normalisasi produksi, setelah lonjakan permintaan musiman.
Sebelumnya, kata dia, perusahaa meningkatkan kapasitas produksi produk menjelang hari besar keagamaan karena lonjakan permintaan.
Kemudian, untuk memenuhi kebutuhan produksi tersebut, perusahaan merekrut sejumlah tenaga kerja outsourcing dan mengurangi tenaga kerja yang bersifat sementara.
“Mereka meningkatkan produksinya menjelang hari besar keagamaan dan untuk peningkatan produksi itu mereka merekrut sejumlah tenaga kerja outsourcing, bukan tenaga kerja permanen, dan produksi itu sebagaimana dengan produksi industri makanan minuman yang menghadapi demand seasonal,” paparnya, dikutip Jumat (27/2/2026).
Jubir sekaligus Stafsus Menteri itu menjelaskan bahwa, pola ini umum terjadi di industri padat kartya, termasuk industri makanan dan minuman maupun tembakau.
Dalam industri tembakau, misalnya, penyerapan tenaga kerja meningkat saat musim panen dan produksi sedang tinggi. Setelah masa produksi selesai, tenaga kerja tambahan yang bersifat sementara biasanya dihentikan sesuai kontrak.
Baca Juga:Isu Produk Impor AS Bebas Sertifikasi Halal Bikin Gaduh, Ini Respons Kementerian PerindustrianAirlangga Sebut Belum Bisa Pastikan, Pihak Ini Benarkan Adanya PHK Massal di PT Gudang Garam!
Ia menjelaskan sebelum hari raya keagamaan, industri umumnya telah meningkatkan produksi sekitar dua bulan sebelumnya untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, dengan puncak produksi terjadi sekitar sebulan sebelum perayaan.
Setelah periode tersebut, kata Febri, volume produksi kembali ke tingkat normal.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial bahwa sekitar 400 pekerja di perusahaan produsen Mie Sedaap dirumahkan beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadhan.
Dalam suatu unggahan di media sosial, ratusan pekerja tersebut mendapat informasi PHK hanya melalui pesan WhatsApp. Padahal kontrak kerja dari ratusan pekerja itu masih berjalan.
